Ada subsidi ongkir, penjualan online diyakini bisa naik 30% pada Lebaran 2021

Jum'at, 16 April 2021 | 11:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tren penjualan daring via e-commerce diprediksi bakal meningkat pada momen Lebaran tahun ini. 

“Hitungan kasarnya, pertumbuhan di lebaran tahun ini bisa di kisaran 20% hingga 30% bila dibandingkan dengan momen lebaran tahun lalu,” ujar Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy seperti dikutip, Kamis (15/4/2021). 

Yusuf mengungkapkan, beberapa hal yang menjadi pendorong peningkatan tren penjualan daring. Pertama, masih adanya pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan masyarakat. Ini membuat masyarakat beralih untuk berbelanja secara daring. 

Kedua, adanya promo yang biasanya diberikan oleh platform e-commerce itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, e-commerce memiliki banyak promo menjelang momen-momen tertentu. 

Ketiga, adanya subsidi ongkos kirim (ongkir) dari pemerintah. Sebelumnya, pemerintah mengaku siap untuk menggelontorkan dana jumbo untuk mendorong masyarakat berbelanja lewat platform daring menjelang hari raya Idul Fitri 2021. 

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengucurkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk subsidi gratis ongkir bagi pembelian produk lokal pada saat hari belanja online nasional H-10 dan H-5 Lebaran.  

Yusuf melanjutkan, meningkatnya penjualan daring ini memang akan memberi kontribusi pada perekonomian Indonesia. Hanya saja, pertumbuhannya masih relatif kecil, bahkan hanya kurang dari 5%. 

Namun, ini bisa membawa dampak langsung terhadap masyarakat baik yang menjualkan barang lewat platform e-commerce, maupun mereka yang membeli barang lewat platform tersebut. 

Dari sisi masyarakat yang menjual barang, dengan adanya promo ditambah gratis ongkir, bisa menambah pendapatan mereka. Sehingga ini pun bisa mendongkrak daya beli penjual tersebut. 

Sementara dari sisi masyarakat yang berbelanja, mereka tetap melakukan konsumsi tetap juga menghemat biaya ongkir karena disubsidi. Biaya ini bisa digunakan untuk berbelanja lagi baik di platform e-commerce maupun secara offline. 

Hanya saja, Yusuf mengingatkan, subsidi ongkir yang nantinya diberikan oleh pemerintah ini harus diimbangi dengan upaya pemerintah untuk tetap memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah agar lebih afdol. 

"Apalagi, jika tujuan ini memang diperuntukkan untuk semau kelompok golongan pendapatan," tandas Yusuf. kbc10

Bagikan artikel ini: