Sudah solid, ekonom sebut menteri sektor ekonomi tak perlu dirombak

Senin, 19 April 2021 | 09:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi bakal kembali melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Namun demikian, jajaran menteri yang menangani sektor ekonomi disarankan tetap dipertahankan, karena dinilai telah bekerja secara baik dan solid dalam menjaga perekonomian nasional.

"Tapi reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif dari Presiden. Namun, kalau dari tim ekonomi sejauh ini sudah cukup solid, tidak perlu ada perubahan kalau menurut saya," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti dikutip, Minggu (18/4/2021).

Apalagi, kata Josua, Kementerian Investasi nantinya hanya mengubah nomenklatur dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang saat ini dijabat Bahlil Lahadalia.

"Presiden juga baru melakukan reshuffle pada akhir Desember tahun kemarin. Jadi saya pikir tidak perlu ada perubahan signifikan," kata Josua.

Josua menilai, jajaran menteri sektor ekonomi pada saat ini sebaiknya fokus untuk memperkuat atau mendorong efektifitas dari berbagai stimulus di tengah pandemi Covid-19.

"Karena stimulus ini yang akan mendorong pemulihan ekonomi ke depan," tutur Josua.

Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pembentukan Kementerian Investasi serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Pembentukan dua kementerian itu sesuai dengan hasil keputusan Badan Musyawarah yang membahas surat dari Presiden Joko Widodo mengenai pertimbangan pengubahan kementerian. kbc10

Bagikan artikel ini: