Pemerintah diminta antisipasi keterlambatan bahan pokok selama Ramadan-Lebaran

Senin, 19 April 2021 | 09:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah diminta bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul selama masa Ramadan dan Idul Fitri 2021. Salah satunya dengan menjaga pasokan bahan pokok yang cukup sehingga harga tidak mengalami peningkatan dan stabilisasi harga dapat terkendali.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kamrussamad mengatakan, dengan mengikuti tren yang terjadi, kegiatan ekspor dan impor mengalami peningkatan yang signifikan pada periode menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Namun, yang dikhawatirkan adalah keterlambatan ataupun kedatangan bahan pokok.

"Ini dikhawatirkan adanya libur panjang sehingga industri mengirim muatan hasil produksinya terlebih dahulu," ujar Kamrussamad di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Di luar itu, percepatan program vaksinasi Covid-19 dan pembiayaan infrastruktur dipercaya akan mendorong dalam meningkatakan permintaan domestik dan keyakinan konsumen akan optimisme terhadap situasi ekonomi.

"Vaksinasi Covid-19 dan pembiayaan infrastruktur dipercaya akan mendorong dalam meningkatkan permintaan domestik dan keyakinan konsumen akan optimisme terhadap situasi ekonomi," katanya.

Menurutnya, kenaikan impor barang modal diharapkan menjadi sinyal kegiatan industri dan investasi di dalam negeri yang mulai bergerak membaik. "Produksi yang dimaksud seperi alat angkut untuk industri, mobil penumpang, dan barang modal kecuali alat angkutan," bebernya.

Lalu, fokus pemerintah terhadap UMKM harus terus diberikan terkait pada program pembiayaan sehingga dapat mendorong peningkatan produksi untuk dapat melakukan ekspor sehingga bisa memberikan kontribusi dalam penerimaan negara.

"Peningkatan ekspor Januari-Februari 2021 ke beberapa negara kawasan Asia Pasifik menunjukkan pentingnya kawasan tersebut bagi Indonesia. Pembukaan market akses melalui kerja sama perundingan perdagangan internasional, khususnya di negara kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia-Australia CEPA yang telah diimplementasikan pada Juni 2020 serta Indonesia-Korea CEPA yang baru saja ditandangani Desember tahun lalu memegang peranan penting bagi perluasan pasar ekspor Indonesia," bebernya.

Dia menambahkan kinerja ekspor Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan indeks PMI Bank Indonesia yang mengalami peningkatan pada kuartal 1 2021 sebesar 50,01% dibandingkan kuartal 4 2020 sebesar 47,29%.

"Peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI terutama volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berda dalam fase ekspansi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: