Jepang tolak masuk pelancong dari 152 negara, termasuk Indonesia

Kamis, 22 April 2021 | 13:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Jepang melarang masuknya warga negara asing dari 152 negara termasuk Indonesia dalam waktu 14 hari sebelum permohonan kedatangan, guna mencegah penyebaran Covid-19.

Dilansir dari mofa.go.jp, Rabu (21/4/2021), kebijakan penolakan tersebut sesuai dengan pasal 5 ayat (1) butir (xiv) dari Immigration Control and Refugee Recognition Act. Warga negara asing yang datang dari negara-negara dalam daftar tersebut dapat memasuki Jepang jika ditermukan keadaan khusus yang luar biasa.

Masih dalam situs yang sama, orang asing dari negara dan wilayah yang tidak dilarang tidak ditolak masuk ke Jepang bahkan ketika mereka tiba melalui wilayah atau negara-negara tersbut, yang tunduk pada penolakan izin masuk, untuk pengisian bahan bakar atau transit.

Mereka yang memasuki negara atau wilayah yang masuk dalam daftar larangan akan dikenakan larangan masuk ke Jepang.

Adapun negara-negara yang masuk dalam daftar pemerintah Jepang adalah Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Filipina dari wilayah Asia. Sementara dari wilayah Amerika Utara ada Kanada dan Amerika Serikat.

Adapun negara-negara dari Amerika Latin dan Karibia seperti Argentina, Brasil, Ekuador, Jamaikan, Haiti, Uruguay, Venezeula, Kosta Rika, Kuba, dan sebagainya.

Dari wilayah Eropa warga negara asing akan ditolak masuk jika memasuki negara-negara, seperti Belanda, Jerman, Inggris Raya, Swiss, Spanyol, Swedia, Italia, Republik Ceko, Norwegia, Swiss, Prancis, Vatikan, hingga Rusia.

Sementara dari Timur Tengah ada negara-negara seperti Israel, Afganistan, Iran, Irak, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, dan sebagainya. Dari Afrika ada Pantai Gading, Aljazair, Mesir, Madagaskar, Maroko, hingga Nigeria. kbc10

Bagikan artikel ini: