Penjualan mobil Suzuki di Jatim terdongkrak relaksasi PPnBM, pembeli rela inden dua bulan

Kamis, 22 April 2021 | 14:04 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) oleh pemerintah terhadap penjualan mobil baru yang berlaku mulai Maret 2021 lalu rupanya mampu mendongkrak penjualan mobil.

Salah satu yang ikut merasakan momen tersebut adalah PT United Motors Centre (UMC), authorized dealer mobil Suzuki wilayah Jawa Timur.

Director of Sales and Marketing UMC, Fredy Teguh mengatakan, secara umum penjualan mobil Suzuki di wilayahnya mengalami peningkatan sejak awal tahun. Apalagi dengan diberlakukannya relaksasi PPnBM, penjualan pada Maret 2021 lalu melonjak signifikan.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan diskon PPnBM untuk mobil berkapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc yang berlaku mulai Maret 2021, dan diperluas terhadap mobil berkapasitas mesin 1.501 hingga 2.500 cc mulai April 2021.

"SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) kami mengalami peningkatan signifikan. Suzuki Ertiga misalnya, naik hingga 275 persen atau secara unit sebanyak 256 unit. Pemesanan Suzuki XL7 juga naik mencapai 120 persen,” kata  Fredy Teguh di sela pameran Road to Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya di Chameleon Hall Tunjungan Plaza (TP), Rabu (21/4/2021).

Wajar saja jika masyarakat ramai-ramai melakukan pemesanan mobil-mobil yang mendapatkan relaksasi pajak. Pasalnya, harga jual kendaraan tersebut bisa terpangkas hingga puluhan juta rupiah.

Fredy menyebut, Suzuki Ertiga dan XL7 misalnya, mengalami penurunan harga antara Rp13 juta hingga Rp14 juta. Harga tersebut belum termasuk diskon khusus yang juga akan diberikan oleh pihak dealer.

“Selama pameran Road to IIMS ini, kami menargetkan bisa mendapatkan 50 SPK. Dari jumlah itu, kemungkinan besar dikontribusi dari Suzuki Ertiga,” tandas Fredy yang menyebut pameran IIMS Surabaya digelar hingga Minggu (25/4/2021).

Dia menambahkan, akibat tingginya pemesanan, pembeli harus rela bersabar menunggu mobilnya hingga dua bulan. Lamanya inden ini disebabkan pabrikan tidak siap menerima pemesanan yang cukup besar. Kondisi itu tidak hanya dialami oleh Suzuki. Pabrikan mobil lain juga kesulitan melayani pemesanan produksi tidak siap. “Kan kebijakan penghapusan PPnBM ini terkesan mendadak, jadi kami belum siap,” imbuhnya.

Fredy menuturkan, selama triwulan I/2021, penjualan mobil Suzuki di UMC sebesar  400 unit. Dari angka tersebut, Ertiga menduduki penjualan tertinggi. Dia optimistis relaksasi PPnBM akan bisa menggairahkan penjualan otomotif yang sempat turun akibat pandemi Covid-19 tahun lalu.

Sementara berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel (dari dealer ke konsumen) Suzuki secara nasional pada Maret 2021 lalu mencapai 8.179 unit. Angka ini naik 59,4 persen dibanding ritel Februari sebesar 5.132 unit.

Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) tercatat sebanyak 8.669 unit. Angka ini juga lebih tinggi dibanding Februari (88,5 persen) sebanyak 4.600 unit.

Beberapa model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen, seperti Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 mencatat kenaikan penjualan ritel yang cukup signifikan. Ertiga misalnya, mencatat kenaikan sebesar 377 persen dibanding Februari. Sedangkan XL7 naik 324 persen.

Namun begitu, model lain yang tidak mendapatkan diskon PPnBM nol persen juga tercatat mengalami peningkatan. New Suzuki Carry naik 115 persen, Suzuki Karimun Wagon R (114 persen), Suzuki Ignis (135 persen), Suzuki APV (101 persen), Suzuki Baleno (132 persen), dan Suzuki Jimny (143 persen). kbc7

Bagikan artikel ini: