Ada stimulus PPnBM, penjualan mobil baru tahun ini ditaksir 830 ribu unit

Jum'at, 23 April 2021 | 12:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha memastikan adanya dampak positif dari adanya stimulus pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen yang efektif belaku per 1 Maret 2021 lalu. Diantaranya adanya pertumbuhan market barang mobil secara signifikan setelah program tersebut digulirkan.

"Dampak program PPnBM untuk di 2021 ini sampai dengan Maret ketika pajak luxury di bebaskan menjadi 0 persen kita melihat ada pertumbuhan market signifikan," kata Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Gidion Hasan dalam sesi dalam sesi teleconference RUPST ASII, Kamis (22/4/2021).

Dia mengungkapkan, lonjakan market atas PPnBM itu lantaran program diskon pajak yang ditawarkan dinilai mampu menyesuaikan daya beli konsumen yang tengah mengalami tekanan sebagai dampak pandemi Covid-19. "Jadi, boleh dibilang market sangat terbantu dengan program pembebasan pajak ini," tekannya.

Kedua, adalah proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) atas peningkatan penjualan unit mobil baru mencapai 80 ribu unit atau menjadi 830.000 setelah PPnBM diberlakukan. Mengingat, sebelumnya penjualan mobil baru pada 2021 diamalkan hanya mencapai 750.000 unit.

"Dan dari Gaikindo di proyeksikan untuk tahun 2021 ini diperkirakan market akan tumbuh sekitar lebih banyak 80 ribu unit dibandingkan proyeksi awal yang sebesar 750 ribu," ucapnya.

"Jadi, pandang kami program pembebasan pajak barang mewah (PPnBM) ini cukup menolong dari segi pertumbuhan market," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: