Bakal dibuka, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 17

Jum'at, 23 April 2021 | 12:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan membuka pendaftaran gelombang 17. Pada gelombang ini, manajemen akan memanfaatkan kuota dari peserta yang dicabut jatahnya dari gelombang-gelombang sebelumnya.

"Jadi, teman-teman yang sekarang belum mendapatkan program Kartu Prakerja itu sabar, kami akan buka gelombang 17 yang akan memanfaatkan dari ini tadi, yang tidak dimanfaatkan (insentifnya)," kata Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari seperti dikutip, Kamis (22/4/2021).

Deni menuturkan, hingga kini jumlah penerima Kartu Prakerja yang dicabut insentifnya sebanyak 29.000 orang. Jumlah tersebut berasal dari penerima program dari gelombang 12, 13, dan 14. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Dalam aturan ini disebutkan bahwa, apabila dalam 30 hari pasca menerima uang pelatihan Kartu Prakerja, peserta belum memanfaatkannya untuk membeli pelatihan, maka status kepesertaannya harus dicabut.

"Ini tentu saja patut untuk disesalkan. Kenapa, teman-teman sudah daftar. Dan kemudian sudah mendapat (insentif). Tetapi kok tidak manfaatkan bantuan yang telah diberikan," kata Denni.

Saat ini, insentif para peserta Kartu Prakerja yang tidak digunakan tersebut telah dikembalikan ke kas negara. Manajemen akan memanfaatkan dana insentif yang terkumpul tersebut untuk kembali membuka gelombang selanjutnya, termasuk gelombang 17 nanti.

Ditambahkan Deni, peserta Kartu Prakerja mencapai 2,7 juta hingga 22 April 2021. Peserta ini merupakan peserta baru dan berbeda dari tahun sebelumnya.

"Untuk memulihkan ekonomi manajemen Kartu Prakerja diminta gas pol istilahnya gitu. Pada kuartal I 2021 kita telah menyerap habis Rp 10 triliun anggaran yang disediakan di 2021," ujarnya.

"Nah ini, anggaran Rp 10 triliun itu, telah disalurkan untuk 2,7 juta orang penerima baru yang berbeda dari tahun lalu," sambungnya.

Deni mengatakan, peserta memang tidak diperbolehkan mengikuti lebih dari satu kali. Aturan tersebut dibuat untuk menciptakan pemerataan bagi seluruh masyarakat yang ingin mengikuti program.

"Jadi benar-benar pemerataan untuk memperoleh pelatihan Kartu Prakerja yang beragam. Dari 2,7 juta yang mengikuti tahun ini, sebanyak 2,5 juta telah menerima insentif," jelasnya.

Dia menambahkan, pencairan insentif dilakukan usai peserta Kartu Prakerja selesai mengikuti rangkaian pelatihan serta sudah memberikan ulasan dan rating. Ulasan dan rating ini diperlukan dalam rangka memberi penilaian terhadap kualitas lembaga pelatihan.

Adapun total anggaran yang dihabiskan untuk insentif adalah sebesar Rp 2,5 triliun. "Nilai insentif yang sudah diterima 2,5 juta itu sebesar Rp 2,5 triliun yang tentunya diharapkan menggerakkan perekonomian dan menopang daya beli mereka," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: