Menhub minta pengoperasian tol laut dinikmati UMKM

Minggu, 25 April 2021 | 22:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta para operator baik PelindoI-IV, Pelni dan operator lainnya memberikan kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat memanfaatkan pengiriman barangnya melalui kapal tol laut.

Budi mengaku sudah meminta Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo untuk mengkoordinasikan hal tersebut dengan para operator. "Kita ingin fasilitasi para pelaku UMKM dengan baik, agar mereka juga bisa mendapatkan manfaat dari subsidi yang diberikan pemerintah melalui program tol laut," kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (24/4/2021).

Saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (25/4/2021) ini, Budi mengutarakan dengan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk memanfaatkan pengiriman barangnya dengan kapal tol laut, akan semakin meningkatkan eksistensi dan daya saing produk/barang UMKM. Lebih dari 50% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. "Kalau kita bisa fasilitasi dengan baik, daya saing mereka akan bertambah karena subsidi (tol laut) diterima langsung oleh saudara kita para pelaku UMKM," ujarnya.

Lebih lanjut dia meminta para operator untuk memikirkan skema bagi UMKM agar dapat memanfaatkan pengiriman barangnya melalui kapal tol laut tersebut. Dia juga berharap kapal tol laut tidak dimonopoli suatu perusahaan tertentu, sehingga para pelaku UMKM yang sesungguhnya membutuhkan subsidi dari program tol laut tidak mendapatkan subsidi.

"Para pelaku UMKM tidak mungkin memborong 1 kontainer. Untuk itu perlu dipikirkan suatu cara seperti membuat suatu paket, misalnya paket 100 kg, atau paket 500 kg. Artinya di dalam satu kontainer 20 ton itu, bisa dikumpulkan beberapa barang dari para pelaku UMKM," jelasnya.

Pada kesemaptan itu, Budi juga berharap muatan balik tol laut harus terus dioptimalkan. Hal itu disampaikan Menhub saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (24/4/2021). "Program tol laut ini memang harus kita lakukan dengan sistematis dan konsisten," katanya.

Budi bercerita ada dua daerah yang sudah berhasil melaksanakan optimalisasi tol laut tersebut, yaitu Morotai dan Dobo. Menurutnya, keberhasilan kedua daerah tersebut lantaran adanya keseimbangan antara muatan barang yang dibawa dari Surabaya maupun sebaliknya. "Saya ingin daerah lain bisa mencontoh keberhasilan ini," ujarnya.

Dikatakannnya, kedatangannya ke Surabaya ingin memastikan program tol laut berjalan dengan baik. Sebab, mayoritas awal pergerakan tol laut adalah dari Surabaya. Dia menjelaskan dari 30 pergerakan tol laut yang ada saat ini, sebanyak 16 kapal pergerakannya berasal dari Surabaya.

Meski begitu, Menhub juga mengapresiasi produktivitas dari tol laut secara umum, dimana terdapat sejumlah peningkatan jumlah pelabuhan dari 72 pelabuhan pada 2019, saat ini sudah bertambah menjadi 106 pelabuhan.

Selain itu pada tahun ini juga terdapat penambahan trayek tol laut menjadi 30 trayek. Dia menuturkan, tujuan dari program tol laut yang dirintis sejak 2015 adalah untuk mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia serta untuk melancarkan distribusi logistik, khususnya kebutuhan pokok ke daerah tertinggal, terluar, terdalam dan perbatasan (3TP). Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau Pelni mengalami pertumbuhan lonjakan muatan logistik tol laut pada kuartal I/2021 hingga 188% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Yahya Kuncoro mengatakan lonjakan kenaikan logistik tak hanya terjadi pada tol laut, tetapi juga muatan kontainer penumpang hingga 106 persen. Selain itu, muatan redpack atau paket yang diselenggarakan di luar bagasi tumbuh hingga 152% dbandingkan kuartal awal tahun lalu.kbc11

Bagikan artikel ini: