Jelang larangan mudik, KA jarak jauh baru terpesan 40 persen

Selasa, 27 April 2021 | 10:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT KAI (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) untuk keberangkatan periode sebelum larangan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021, secara rata-rata terjual sebanyak 40 persen dari 48 ribu tiket yang disediakan per hari.

Artinya, hingga Senin (26/4/2021), jumlah pemesanan yang masuk sebanyak 19,2 ribu tiket per hari untuk periode itu.

Sedangkan, untuk perjalanan terakhir sebelum pelarangan mudik diterapkan selama dua minggu, yakni 5 Mei 2021, KAI mencatat rata-rata okupansi sebesar 34 persen.

"Untuk KA Jarak Jauh keberangkatan 5 Mei 2021, dari 50 ribu tempat duduk yang KAI sediakan ke berbagai tujuan, tiket yang terjual adalah 17 ribu tiket atau baru mencapai 34 persen," kata Joni Martinus, VP Public Relations KAI  dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Sementara itu, destinasi yang menjadi favorit masyarakat pada 5 Mei mendatang adalah KA Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pulang pergi), Argo Dwipangga (Gambir - Solo Balapan), Bengawan (Pasar Senen - Purwosari), Jayabaya (Pasar Senen - Malang), Bengawan (Pasar Senen - Purwosari), dan Jayakarta (Pasar Senen - Surabaya Gubeng).

Untuk rute rute lain, menurut Joni, okupansi masih relatif normal dan terus bergerak karena penjualan masih terus berlangsung di web aplikasi KAI Access, web kai.id, dan channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Sementara, untuk periode pasca peniadaan mudik atau pada 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2021, KAI baru membuka sebanyak rata-rata 8 ribu tiket KA Jarak Jauh perhari dan yang terjual masih di bawah 10 persen.

"KAI mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan saat menggunakan layanan KAI baik saat berada di stasiun dan berada dalam perjalanan agar dapat turut memutus mata rantai penyebaran covid-19," tegasnya.

Sebagai informasi KAI memperketat persyaratan perjalanan KAJJ untuk keberangkatan sejak 24 April-5 Mei 2021. Syaratnya, calon penumpang harus menunjukkan hasil tes PCR atau rapid antigen atau GeNose maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat perjalanan sebelumnya, yaitu hasil tes Covid-19 dapat digunakan paling lama 3x24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk periode 6 Mei-17 Mei, pemerintah memberlakukan pelarangan mudik.

Sementara untuk periode pasca Lebaran mendatang, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan. kbc10

Bagikan artikel ini: