Soal investasi di RI, Singapura masih jadi juara

Selasa, 27 April 2021 | 12:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, Singapura masih menjadi negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia. Realisasi investasi mencapai Rp 219,7 triliun pada kuartal I-2021, dan Singapura nilai investasinya mencapai US$ 2,6 miliar.

"Singapura belum tergoyahkan, dalam sejarah memang Singapura ini menjadi hub bagi beberapa negara lain," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam video conference, Senin (26/4/2021).

Negara terbesar selanjutnya adalah China dengan nilai US$ 1,03 miliar. Setelah itu baru Korea Selatan di posisi ketiga dengan nilai US$ 851,1 juta. Posisi keempat ada Hong Kong dengan nilai US$ 822,1 juta, dan kelima ada Swiss dengan nilai US$ 466,2 juta.

"Korea Selatan nah biasanya di nomor 5 atau nomor 6 kali ini di nomor 3 menggeser Hong Kong," jelasnya.

Sementara penyebaran di dalam negeri, Bahlil menyebut sudah terjadi pemerataan. Di mana, realisasi investasi saat ini lebih banyak tersebar di luar Pulau Jawa dibandingkan dengan Pulau Jawa Sendiri.

Dari realisasi Rp 219,7 triliun, tercatat penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 49,2% atau Rp 108,0 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 50,8% atau Rp 111,7 triliun. Dari angka tersebut, yang masuk ke luar Jawa sebesar 52,1% atau Rp 114,4 triliun, sementara di Jawa 47,9% atau Rp 105,3 triliun.

"Saya kemarin sampaikan dalam sejarah baru pertama terjadi pasca reformasi bahwa realisasi investasi untuk di luar Pulau Jawa itu baru terjadi di kuartal IV-2020, selisihnya sekitar 0,5%, di tahun 2021 kuartal I selisihnya sudah melebar ke 52,1%, tumbuh YoY sebesar 11,7%, sementara di Jawa 47,8% YoY turun minus 2,7%," jelasnya.

Tingginya angka penanaman modal asing, dikatakan Bahlil mengindikasikan terjadinya pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Menurut dia, tingginya realisasi PMA juga tidak terlepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur nasional.

"Pertumbuhan investasi di luar Jawa itu mengindikasikan pemerataan pertumbuhan di kawasan luar Pulau Jawa itu sudah semakin baik, dan ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan pak Presiden Jokowi-JK dalam 5 tahun kemarin dalam rangka pembangunan infrastruktur," katanya.

"Ini (juga) menunjukkan kepercayaan dunia kepada Indonesia dan aktivitas PMA kita sudah mulai normal, sudah bisa melakukan adaptasi terhadap perkembangan pandemi Covid-19," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: