Sinopharm jadi bidikan Bio Farma demi vaksinasi gotong royong

Rabu, 28 April 2021 | 10:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bio Farma (Persero) memastikan bakal memprioritaskan ketersediaan pasokan vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma sekaligus Juru Bicara Vaksin, Bambang Heriyanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya terbaik untuk mendatangkan vaksin Covid-19 sesegera mungkin.

"Kedatangan vaksin untuk (vaksinasi) Gotong Royong masih dinamis. Kami terus upayakan yang terbaik (best effort) untuk mendatangkan vaksin tersebut sesegera mungkin," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/4/2021).

Menurut Bambang, jika tak berhasil didatangkan pada akhir April ini, maka vaksin diharapkan bisa datang pada Mei mendatang.

"Jika tidak berhasil di akhir April, ya ke Mei. Vaksin yang sedang diupayakan pertama adalah dari Sinopharm," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI awal April lalu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan pihaknya sudah mendapatkan komitmen sekitar 35 juta vaksin untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong dari tiga merek vaksin covid-19.

Tiga merek vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi gotong royong tersebut yakni Sinopharm, CanSino, dan Sputnik V. Honesti memaparkan Sinopharm akan mengirimkan vaksin sebanyak 15 juta dosis secara bertahap.

"Pada minggu keempat April ini dijadwalkan kami akan mendapatkan vaksin Sinopharm sebanyak 500 ribu dosis vaksin," paparnya.

Untuk vaksin merek Sputnik V, Honesti menyampaikan, rencananya akan datang sekitar 20 juta dosis vaksin asal Rusia itu ke Indonesia.

"Akan dimulai pengiriman secepatnya setelah emergency use authorization (EUA) vaksin Sputnik V dari Badan POM keluar," ucapnya.

Sedangkan untuk vaksin CanSino, Honesti mengatakan, saat ini masih dalam proses dan sudah ada komitmen sebanyak lima juta dosis vaksin.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinopharm yang didaftarkan oleh PT Kimia Farma, sampai saat ini masih proses evaluasi. Sinopharm merupakan vaksin produksi Beijing-Bio Institute Biological Products.Co., LtD China.

Sedangkan vaksin Sputnik V produksi Generium Joint Stock Company, Rusia, telah didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala dan masih menunggu tambahan data efikasi, keamanan dan mutu.

"Estimasi Emergency Use Authorization (EUA)-nya, apabila semua hal, baik teknis dan nonteknis berjalan dengan baik, adalah Mei 2021," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: