Bank CIMB Niaga catat laba Rp966 miliar di kuartal I

Jum'at, 30 April 2021 | 14:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membukukan laba bersih sebesar Rp 996 miliar pada kuartal pertama tahun 2021. Capaian ini mengalami penurunan 5,6% secara tahunan (year on year/yoy).

Namun, kinerja bank dengan kode saham BNGA di kuartal I tersebut sudah tumbuh signifikan dibandingkan tiga bulan terakhir 2020 yang hanya meraup laba Rp 148 miliar. Artinya secara kuartalan kinerjanya telah melonjak 573% dibandingkan kuartal IV/2020.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan, mengatakan, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan yang baik pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing sebesar 8,3% YoY dan 16,1% YoY di kuartal pertama tahun 2021.

Pencapaian ini menghasilkan tingkat profitabilitas kembali ke level sebelum Covid-19 dengan Return on Equity (ROE) sebesar 10,5%. Kinerja tersebut merupakan kontribusi dari margin yang lebih tinggi, peningkatan pada fee income dan biaya operasional yang flat.

"Sejalan dengan membaiknya indikator ekonomi, kami berkeyakinan bahwa tahun 2021 akan lebih baik. Di sisi lain, kami tetap berhati-hati di tengah pandemi Covid-19 yang kembali mewabah secara global baru-baru ini. Kami masih terus waspada dan fokus pada upaya mengembangkan bisnis bank dengan memberikan layanan dan solusi perbankan terbaik kepada nasabah, yang didukung oleh transformasi digital, meningkatkan pelayanan untuk customer experience yang optimal, dan meningkatkan produktivitas," kata Tigor dalam keterangan resminya, Kamis (29/4/2021).

Sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat baik masing-masing sebesar 22,1% dan 85,3% per 31 Maret 2021.

Dengan total aset sebesar Rp 272,6 triliun per 31 Maret 2021, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 200,1 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,3%, sejalan dengan komitmen bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

"Kami terus berupaya memberikan inovasi terbaik dalam ekosistem digital banking kami yang komprehensif untuk memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank digital terdepan di Indonesia. OCTO Mobile merupakan salah satu contoh utama dari solusi digital inovatif kami, yang menyediakan fitur perbankan lengkap layaknya Super App," ujar Tigor.

Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp 173,4 triliun atau turun 10,7% YoY. Bisnis Consumer Banking tumbuh 1,6% YoY, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 5,2% YoY, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 5,4% YoY.

"Pertumbuhan pada segmen KPR merupakan bukti dari upaya berkelanjutan yang kami lakukan dalam menghadirkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah, diimbangi dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang ketat dalam penyaluran kredit," kata Tigor.

Di segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp32,4 triliun dan DPK sebesar Rp29,6 triliun per 31 Maret 2021.

CIMB Niaga terus mengembangkan produk-produk berbasis digital untuk melengkapi layanan yang diberikan melalui kantor cabang. Pada 1Q21, 95% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti OCTO Mobile, OCTO Clicks, BizChannel@CIMB, Automated Teller Machines (ATM) dan Rekening Ponsel.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya, CIMB Niaga terus berupaya meningkatkan customer experience dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 427 jaringan kantor (termasuk 33 Mobile Branch dan 37 Digital Lounge). Per 31 Maret 2021, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 3.827 ATM, 245.271 Electronic Data Capture ("EDC & QR"), dan 894 Cash Deposit dan Recycle Machines. kbc10

Bagikan artikel ini: