Forkas Jatim: Target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 5% sangat berat

Sabtu, 1 Mei 2021 | 12:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur Edy Widjanarko mengatakan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen di 2021 sangat berat. Ia bahkan pesimistis target tersebut bisa tercapai.

"Harapan kami di kuartal I/2021 kemarin ekonomi bisa tumbuh sebesar 1 persen hingga 2 persen. Ternyata pertumbuhannya masih minus sekitar 1 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding prediksi kita, sehingga target pertumbuhan ekonomi di 2021 sebesar 5 persen ini akan sangat berat," ungkap Edy di Surabaya, Jumat (30/4/2021) petang.

Edy menuturkan,  terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan beratnya target pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 5 persen ini. Pertama adalah masih tertundanya pelaksanaan proyek pemerintah, sehingga ada pemilahan atau pemilihan proyek yang penting dan vital untuk segera digarap. Akibatnya, beberapa proyek yang direncanakan akan dilaksanakan ternyata harus ditunda karena dianggap tidak masuk proyek vital.

Kedua, pengeluaran rumah tangga masyarakat tidak mengalami kenaikan signifikan disaat menjelang lebaran karena adanya kebijakan larangan mudik. Akibat larangan tersebut akhirnya masyarakat menahan untuk berbelanja. "Penjualan sepatu dan garmen misalnya, tidak bisa meningkat. Lebaran belum bisa diharapkan menjadi kegiatan yang mampu mendongkrak kinerja ekonomi kita di tahun ini," tuturnya.

Ketiga, Anggaran Pemerintah Daerah (APBD)   yang mencapai sebesar Rp 182 triliun masih belum maksimal dikucurkan. Hingga saat ini, Pemda masih belum membelanjakannya kecuali untuk belanja gaji pegawai saja. "Dana tersebut justru kebanyakan masih tersimpan di bank daerah sehingga tidak bisa menggerakkan ekonomi daerah," tambah Edy.

Dan ia berharap, pemerintah daerah segera membelanjakann dana tersebut  agar bisa mengungkit ekonomi di daerah terkait. "Pak Jokowi kemarin sudah sangat kecewa ternyata dana sebesar itu masih tersimpan di bank daerah," katanya.

Disisi lain, pandemi Covid-19 di dunia juga belum terkendali. Adanya tsunami Covid-19 di India menjadi ancaman baru bagi dunia, termasuk sektor ekonomi. Apalagi varian baru virus corona B.1.617 yang ada di India tersebut ternyata juga sudah ditemukan di Indonesia. Varian ini dinilai lebih ganas dan tidak bisa terdeteksi dengan pemeriksaan antigane atau swab PCR karena langsung menyerang dan hinggap di paru-paru.

"Kemarin sudah terdeteksi, ada 10 orang Warga Negara Indonesia yang diketahui positif terpapar varian baru virus tersebut. Dikhawatirkan varian tersebut akan berkembang juga di Indonesia," tukasnya.

Menanggapi kondisis tersebut, pengusaha berharap pemerintah akan terus bekerja keras menuntaskan pemberian vaksin secara nasional. "Mudah-mudahan pemberian vaksin sebesar 1 juta orang per hari yang akan dimulai bulan Juni bisa terlaksana dengan baik sehingga varian covid jenis baru ini bisa dicegah penyebarannya," ujarnya.

Meskipun dengan sangat berat, ia juga mendukung kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah dimasa lebaran Idul Fitri Tahun ini. "Forkas mendukung larangan mudik karena ini adalah yang terbaik," pungkas Edy.kbc6

Bagikan artikel ini: