Pengunjung meningkat, begini antisipasi pengelola mal jelang Lebaran

Senin, 3 Mei 2021 | 12:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan sejak awal pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan alias mal telah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan jumlah pengunjung. Hal ini untuk mendukung upaya pemerintah mencegah penularan Covid-19.

Ketua Umum APPBI Alphonzhus Widjaja mengatakan, terdapat beberapa tahapan antisipasi yang disiapkan. Pertama, membatasi jumlah pengunjung yang akan masuk ke Pusat Perbelanjaan dengan cara masuk bergantian. Kedua, menutup sementara akses masuk ke Pusat Perbelanjaan sampai dengan jumlah pengunjung di dalam Pusat Perbelanjaan telah berkurang.

Dia menerangkan, beberapa waktu terakhir telah terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke Pusat Perbelanjaan. Akan tetapi, secara rata - rata relatif masih kurang dari 50%.

"Tiap Pusat Perbelanjaan juga telah memiliki Satgas Covid-19 yang akan terus melakukan patroli untuk memastikan bahwa semua yang berada di Pusat Perbelanjaan menaati dan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten," ujar Alphonzhus seperti dikutip, Minggu (2/5/2021).

Sebelumnya, APPBI memperkirakan akan ada potensi peningkatan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan pada masa pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) menjelang masa peniadaan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Khususnya bagi kota-kota besar terutama di DKI Jakarta.

"Larangan mudik dapat menjadi peluang atau kesempatan bagi Pusat Perbelanjaan di kota - kota besar, khususnya DKI Jakarta untuk mendapatkan peningkatan kunjungan," jelas Alphonzhus.

Namun, Ia menggarisbawahi peluang tersebut akan terwujud jika larangan mudik benar - benar dapat ditegakkan, sehingga membuat masyarakat akan berdiam di kota dan berkunjung ke Pusat Perbelanjaan untuk mengisi liburan.

"Diperkirakan akan ada peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan sekitar 30% - 40%," imbuhnya.

Mengenai kondisi pusat perbelanjaan saat ini, Alponzus mengatakan dalam beberapa waktu terakhir diakui terdapat peningkatan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan, meski secara umum untuk periode Januari hingga Maret 2021 rata-rata tetap masih berada di bawah 50%.

Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan diprediksi baru akan mulai bergerak menuju normal setelah vaksinasi untuk masyarakat umum dilaksanakan. "Jadi kunci dalam hal peningkatan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan adalah vaksinasi untuk masyarakat umum," ujar Alphonzus. kbc10

Bagikan artikel ini: