Kalbe Farma kempit laba Rp716 miliar pada kuartal I

Senin, 3 Mei 2021 | 15:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp716,46 miliar atau lebih tinggi 7,05 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp669,26 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (2/5/2021), Kalbe Farma mencatatkan penjualan neto sebesar Rp6,01 triliun atau naik 3,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,79 triliun dengan laba per saham dasar Rp15,29.

Adapun peningkatan penjualan di kuartal pertama tahun 2021 didukung oleh: Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 11,7 persen dari Rp1,8 triliun menjadi Rp2 triliun serta menyumbang 33,4 persen terhadap total penjualan bersih Kalbe Farma.

Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 2,7 persen menjadi Rp1,02 triliun dengan kontribusi sebesar 17,0 persen terhadap total penjualan bersih Perseroan. Penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp1,58 triliun di kuartal pertama tahun 2021, mengalami penurunan penjualan sebesar 1,0 persen dari pencapaian di tahun sebelumnya dan menyumbang 26,4 persen dari total penjualan bersih Kalbe.

Sedangkan Divisi Obat Resep KLBF yang membukukan penurunan penjualan sebesar 0,1 persen menjadi Rp1,39 triliun miliar, serta menyumbang 23,2 persen dari total penjualan bersih Kalbe di kuartal pertama tahun 2021.

"Dampak dari pandemi Covid-19 mulai berpengaruh terhadap penjualan Perseroan sejak bulan April tahun 2020," bunyi keterangan resmi Kalbe Farma.

Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang mungkin akan berlanjut sampai akhir tahun, KLBF menargetkan pertumbuhan penjualan bersih tahun 2021 sebesar 5 sampai 6 persen dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 5 sampai 6 persen.

KLBF juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45 sampai 55 persen dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Kalbe Farma mencatatkan liabilitas sebesar Rp4,47 triliun dan ekuitas Rp19,45 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp23,93 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp22,56 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: