Per April, realisasi penyaluran KUR capai Rp253 triliun

Selasa, 4 Mei 2021 | 22:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, realisasi penyaluran Kredit Usaha rakyat (KUR) sejak Januari sampai 29 April 2021 telah mencapai sebesar Rp 82,56 triliun. Angka itu setara 32,63 % dari target 2021 sebesar Rp 253 triliun.

KUR tersebut diberikan kepada 2,28 juta debitur. Dengan begitu, total outstanding KUR sebesar Rp 252,92 triliun dengan tingkat non performing loan (NPL) sebesar 0,71%.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai 29 April 2021, realisasi kebijakan KUR pada masa pandemi Covid-19 sebagai berikut. Pertama, realisasi tambahan subsidi bunga KUR per 31 Desember 2020 telah diberikan kepada 7,02 juta debitur dengan baki debet Rp 186,5 triliun.

"Kedua, realisasi penundaan angsuran pokok sampai 29 April 2021 telah diberikan kepada 1,76 juta debitur. Dengan baki debet Rp 70,53 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Ketiga, realisasi relaksasi KUR sampai 29 April 2021. Perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet 47,51 triliun rupiah. Lalu lenambahan limit plafon KUR diberikan kepada 16 debitur dengan baki debet Rp 2,49 miliar.

Guna mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, skema KUR menjadi motor penggerak pembiayaan, terutama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah lesunya penyaluran skema kredit lain. Rapat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun dilakukan, demi menindaklanjuti arahan Presiden pada rapat sidang terbatas mengenai peningkatan porsi kredit perbankan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada 5 April lalu.

Saat ini porsi kredit UMKM baru mencapai 18,8 % terhadap total kredit perbankan.Porsi bagi UMKM tersebut dinilai perlu ditingkatkan secara bertahap, setidaknya menjadi 30 % lebih pada 2024.

Berdasarkan itu, pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menambah subsidi bunga KUR dan mengubah kebijakan pelaksanaan KUR. "Pemerintah memutuskan memperpanjang tambahan subsidi pada bunga KUR sehingga menjadi 3% selama 6 bulan, 1 Juli 2021 sampai 31 Desember 2021," ujar Airlangga.

Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 4,39 triliun guna perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut. Adanya tambahan ini membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR 2021 menjadi Rp 7,84 triliun. kbc11

Bagikan artikel ini: