Bukan Jakarta, kenaikan mobilitas masyarakat ke mal tertinggi di 6 provinsi ini

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat, di tengah penerapan kebijakan pengetatan mobilitas dan peniadaan mudik di Indonesia, terjadi kenaikan mobilitas penduduk khususnya ke pusat perbelanjaan atau mal.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun Satgas Covid-19 dari Google Mobility, pada tanggal 11 Maret hingga 16 April 2021, terdapat 6 provinsi yang mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan.

"Diketahui bahwa selama 3 minggu terakhir terdapat 6 provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia, yaitu Provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat dengan puncak kenaikan masing-masing pada 9 April 2021," ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa (4/5/2021).

Wiku mengatakan, adanya data ini menjadi sebuah peringatan mengingat dari pengalaman, kenaikan mobilitas selalu diikuti dengan kenaikan kasus.

"Kita tentunya tidak mau mengganggu kondisi Covid-19 nasional yang cukup stabil hasil jerih payah masyarakat dan pemerintahan selama lebih dari 1 tahun terakhir," ujarnya.

Karenanya, dia pun meminta agar setiap daerah memperhatikan hal ini dan segera melakukan antisipasi atas lonjakan yang sama di masa yang akan datang.

Wiku pun mengatakan adanya lebaran menjadi sebuah momen suka cita di mana masyarakat mendapatkan THR dan terdapat peluang untuk berbelanja dengan potongan harga yang besar. Namun, Wiku juga mengingatkan bahwa saat ini pandemi Covid-19 belum selesai.

"Ancaman penularan masih ada dan nyata, oleh karena itu hal terbaik yang kita lakukan adalah melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial ekonomi masyarakat pun tetap menuai perkembangan yang baik," ujarnya.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya, supaya kerumunan dan interaksi fisik yang bisa menularkan Covid-19 dapat dicegah.

Tak hanya itu, dia juga meminta masyarakat juga untuk memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu berbelanja online untuk meminimalisir terpaparnya virus Covid-19. kbc10

Bagikan artikel ini: