Ditopang iklan, pendapatan pengelola SCTV naik 7,5 persen di kuartal I

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten media pengelola stasiun televisi SCTV, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I/2021 seiring dengan kenaikan pemasukan iklan.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2021 yang dikutip Senin (3/5/2021), pendapatan bersih tercatat Rp 1,4 triliun naik 7,5 persen dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun.

Pendapatan iklan meningkat menjadi Rp 1,52 triliun dari sebelumnya Rp 1,51 triliun, dan pendapatan lain-lain tumbuh menuju Rp 185,76 miliar dari sebelumnya Rp 86,66 miliar.

Beban program dan siaran meningkat menjadi Rp 648,98 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 580,89 miliar. Adapun beban usaha turun menjadi Rp 300 miliar dari posisi Rp 307 miliar.

Dengan demikian, laba usaha menjadi sebesar Rp 455,56 miliar naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 440,33 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SCMA meningkat 6,42 persen menjadi Rp 331,53 miliar dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang sebesar Rp 311,52 miliar.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp 4,23 triliun naik dari 31 Desember 2020 yang sebesar Rp 3,89 triliun. Di sisi lain, total liabilitas perseroan Rp 2,62 triliun turun sedikit dibandingkan dengan per 31 Desember 2020 yang sebesar Rp 2,87 triliun.

Liabilitas jangka panjang sebesar Rp 1,12 triliun turun dari posisi akhir tahun lalu Rp 1,32 triliun dan liabilitas jangka pendek yang turun tipis Rp 1,5 triliun dari posisi akhir tahun Rp 1,54 triliun.

Total aset perseroan naik tipis menjadi Rp 6,85 triliun dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp 6,76 triliun. Total aset tidak lancar Rp 3,17 triliun naik tipis dari posisi akhir tahun Rp 3,15 triliun. Sementara, aset lancar sebesar Rp 3,68 miliar naik dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp 3,6 triliun.

Pada perdagangan Selasa, 4 Mei 2021, sesi I, saham pengelola stasiun SCTV ini turun 1,91 persen atau 30 poin menjadi Rp 1.540. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 22,76 triliun dengan valuasi PER 17,16 kali. kbc10

Bagikan artikel ini: