Kementan klaim impor GPS ayam ras sesuai kalkulasi

Kamis, 6 Mei 2021 | 21:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dirjen Peternakan dan Kesejahteraan Hewan ementerian Pertanian (PKH Kementan) Nasrullah menegaskan Indonesia masih memerlukan impor Grand Parent Stock atau GPS ayam ras dalam bentuk Day Old Chick setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ayam ras pedaging dan petelur secara berkelanjutan.

Namun, dia memastikan impor GPS ayam ras sudah mengacu pada basis kalkulasi teknis rencana produksi nasional atau National Stock Replacement/NSR, sebagai amanat Permentan 32/2017 pada pasal (2) ayat (2) dan pasal (3) ayat (2) tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

"Terkait dengan tata cara pemasukan, diatur dalam Permentan 51/2011 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih dan Bibit Ternak Dari Luar dan ke Dalam Wilayah Republik Indonesia," ujar Nasrullah di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Nasrullah menjelaskan, penentuan jumlah pemasukan GPS ayam ras pedaging di setiap pembibit pada 2021 juga sudah berdasarkan keputusan Dirjen PKH. Yakni, SOP penilaian dan penetapan jumlah pemasukan GPS ayam ras. Berdasarkan SOP tersebut dihitung kriteria penilaian yang meliputi delapan aspek dengan bobot berbeda.

Selain itupemilikan dan/atau penguasaan RPHU dan rantai dingin, kewajiban pemotongan di RPHU, performa farm GPS/PS ayam ras, kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah, ekspor benih, bibit dan produk ayam.Kemudian pengolahan produk berbahan baku ayam, kemitraan, kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah, dan adanya proposal rencana pemasukan GPS ayam ras.

Nasrullah menegaskan, untuk menentukan jumlah alokasi GPS ayam ras pedaging, sebelumnya ditetapkan angka alokasi masing-masing perusahaan. Hal ini telah disosialisasikan kepada pelaku usaha pembibit ayam ras dan asosiasi perunggasan atau GPPU. "Dengan tetap mengacu pada kriteria sesuai SOP dan Permentan yang ada," ujarnya.

Di sisi lain, dirinya juga menyatakan stok perunggasan nasional masih aman. Berkat beberapa upaya stabilisasi perunggasan nasional yang dilakukan Ditjen PKH Kementan.Misalnya, dengan mengatur dan mengendalikan laju produksi DOC FS melalui program pengurangan telur tetas atau cutting hatching egg fertil, yang terbukti efektif berdampak perbaikan harga livebird tingkat peternak.

"Dampak dari cutting HE fertil, ketersediaan DOC FS mengalami penurunan dan harga mengalami kenaikan akibat permintaan DOC yang tinggi untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri," ucapnya.

Berdasarkan data Ditjen PKH Kementan, prognosa awal potensi produksi ayam broiler di dalam negeri sebelum cutting HE fertil mencapai 4 juta ton, sedang kebutuhannya mencapai 3,19 juta ton. Hal ini menghasilkan neraca surplus sebanyak 807.332 ton atau sekitar 25% dari kebutuhan.

Sementara setelah cutting HE dilakukan, potensi produksi sepanjang Desember 2020 sampai Maret 2021 menjadi 3,76 juta ton, dengan kebutuhan mencapai 3,19 juta ton. Alhasil, pada periode ini didapati neraca surplus ayam broiler sebanyak 562.355 ton atau setara dengan 17,74%.

Sementara itu, pemerintah juga melakukan perlindungan kepada peternak UMKM atau rakyat. Yakni, dengan mengharuskan perusahaan pembibit untuk memprioritaskan distribusi DOC FS untuk external farm sesuai harga acuan Permendag.

Pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap dinamika perunggasan nasional. Seperti supervisi pelaksanaan pengurangan jumlah telur tetas dan afkir dini indukan ayam atau parent stock untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan SOP.

Pengawasan pelaksanaan cutting HE dan afkir PS dilakukan secara cross monitoring alias antar kompetitor perusahaan pembibit. Kemudian, pengawasan juga dilakukan oleh Tim Ditjen PKH, UPT lingkup Ditjen PKH yang tersebar di seluruh daerah serta melibatkan Dinas Provinsi/Kabupaten terkait.

"Pelaksanaan cutting HE dilakukan penarikan telur HE umur 19 hari dari mesin hatcher, HE fertil diketahui setelah candling. Jika ditemukan telur infertil maka tidak diperhitungkan sebagai realisasi cutting HE. Sedangkan, pelaksanaan afkir dini PS dilakukan dengan mengeluarkan jantan terlebih dahulu baru diikuti betina," paparnya.kbc11

Bagikan artikel ini: