Total tutup bisnis SPBU di Indonesia, kalah bersaing?

Jum'at, 7 Mei 2021 | 09:41 WIB ET

JAKARTA,  kabarbisnis.com: PT Total Oil Indonesia memutuskan untuk menutup bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia. Penutupan sudah dilakukan sejak akhir 2020 hingga awal 2021.

Adapun total SPBU Total di Indonesia sebanyak 18 unit yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek), dan Bandung.

Perusahaan memilih untuk fokus berjualan produk lainnya seperti pelumas mesin.

Marketing Manager Total Oil Indonesia, Magda Naibaho mengatakan, perusahaan sudah mulai menutup 18 jaringan SPBU Total di Indonesia sejak akhir 2020 secara bertahap.

"Seluruhnya (ditutup). Tanggal efektifnya berbeda-beda. Tapi kurang lebih di akhir 2020 atau awal 2021," tuturnya seperti dikutip, Kamis (6/5/2021).

Madga menjelaskan, PT Total Oil Indonesia telah memutuskan untuk melepaskan bisnis retail fuel di Indonesia. Keputusan itu selaras dengan strategi Total secara global dalam hal manajemen portofolio.

Namun bukan berarti perusahaan juga hengkang. Total Oil Indonesia masih tetap beroperasi di Indonesia dengan berjualan produk lainnya termasuk oli,

"PT Total Oil Indonesia sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2003 dan kami tetap berkomitmen untuk terus menyediakan produk dan layanan unggulan di Indonesia, termasuk pelumas dan produk specialty lainnya," terangnya.

Magda menjelaskan selama ini SPBU Total beroperasi dengan sistem manajemen CODO (company own, dealer operate).

Menanggapi penutupan SPBU Total, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan karena persaingan bisnis SPBU di Indonesia semakin hari semakin ketat. 

"Saya kira memang persaingan bisnis SPBU ini semakin hari semakin ketat. Apalagi dengan hadirnya BP-AKR dan juga VIVO selain Shell, maka Total semakin tertekan," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat kurang terlalu mengenal Total sebagai salah satu SPBU yang ada di Indonesia mengingat minimnya promosi yang dilakukan oleh Total.

"Masyarakat lebih suka dengan merek besar seperti Shell karena banyak promosi dan juga BP-AKR yang sekarang mulai gencar membuat cabang di beberapa wilayah di Jadetabek," ungkapnya.

Sementara VIVO masih terkenal karena mengeluarkan produk murah dengan ron 89 mereka menjadi promosi gratis juga untuk BBM jenis lain. 

"Produk Total oleh penggunaan kendaraan juga kurang menarik jika dibandingkan SPBU swasta lainnya. Saya kira itu yang menyebabkan Total harus menutup semua SPBU mereka di Indonesia," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: