Sekar Laut bidik penjualan tumbuh 10 persen di 2021, ini strateginya

Selasa, 11 Mei 2021 | 12:06 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah masih belum selesainya pandemi Covid-19, PT Sekar Laut Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2021. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, emiten produk olahan makanan ini mengemas penjualan sebesar Rp 337 miliar, atau naik 2 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 330 miliar.

Sedangkan laba pada kuartal I/2021 mencapai Rp18 miliar atau naik 7 persen dibandingkan kuartal I/2020 atau teralisasi Rp12 miliar.

Direktur Sekar Laut John C Gozal mengatakan, kenaikan laba yang bagus di kuartal I tahun ini dikarenakan adanya pengurangan biaya-biaya. Dia pun masih akan melihat potensi sampai akhr tahun dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Kalau pandemi cepat berakhir atau setidaknya berkurang, masyarakat bisa beraktivitas lebih banyak, itu akan membuat produktivitas naik dan tentu harapannya daya beli naik, otomatis penjualan kita akan ikut naik karena penjualan kami tertahan murni karena daya beli,” katanya dalam Paparan Publik virtual, Senin (10/5/2021).

John menargetkan hingga akhir tahun ini penjualan perseroan bisa tumbuh sebesar 10 persen dibanding realisasi tahun 2020. Dan jika target penjualan tersebut tercapai, bukan tidak mungkin akan ada kenaikan laba sekitar 20 persen hingga akhir tahun ini.

Ada sejumlah strategi yang akan dilakukan di tahun ini, diantaranya dengan memperkuat penjualan di ritel domestik, penambahan produk baru, hingga perluasa pasar ekspor. Selama ini, perseroan telah mengekspor produknya ke sejumlah negara di Eropa, seperti Belanda dan Inggris. Selain itu juga ke Australia, Korea, China, dan sejumlah negara di Asia.

Diakui John C Gozal, kondisi pandemi yang terjadi sejak tahun lalu memang cukup berdampak bagi industri makanan olahan seperti yang diproduksi oleh Sekar Laut, terutama penyerapan produk di pasar perhotelan dan restoran.

“Namun sepanjang tahun lalu kami masih bisa mempertahankan kinerja sehingga kalau terjadi penurunan, tidak terlalu banyak yakni turun 2 persen dibandingkan 2019,” ulasnya.

Dia memaparkan penjualan sepanjang 2020 tercatat mencapai Rp1,25 triliun atau turun 2 persen dibandingkan 2019 yang mampu mencapai Rp1,27 triliun. Sedangkan kinerja laba 2020 tercatat Rp42,5 miliar atau turun dibandingkan 2019 yang mencapai Rp4,4 miliar.

“Jadi turunnya sedikit, sebetulnya waktu pertengahan tahun saat kejadian Covid-19, Juni sudah mulai sangat terasa dampaknya sehingga perhitungan kami waktu itu pasti turun 10 persen, tapi syukur ternyata omset turun cuma 2 persen, dan laba turun 5 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan kendala paling besar pada tahun lalu adalah daya beli masyarakat yang turun drastis. Namun perseroan tetap menjalankan pemasaran yang konsisten dan berkesinambungan sehingga bisa mempertahankan kinerja.

“Penjualan produk kami ke hotel dan restoran paling drastis turunnya 30 - 50 persen, tapi pasar yang lain ada yang naik sedikit sehingga kita bisa menutupi penurunan dari pasar hotel dan restoran, begitu juga ekspor tahun lalu malah positif mampu mencapai Rp226 miliar dari total omset,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: