Jelang libur Idul Fitri, harga timah di JFX pecahkan rekor

Selasa, 11 Mei 2021 | 16:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Harga timah fisik murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil menembus harga tertinggi di tanggal 10 Mei 2021, dengan harga US$ 33.100 per ton. Disaat yang sama, harga timah di LME (London Metal Exchange) tercatat di posisi US$ 33.097, dan di KLTM (Kuala Lumpur Tin Market) di posisi US$ 30.250. 

Peningkatan harga timah di JFX  ini telah terjadi sejak awal tahun 2021, dimana sepanjang Januari – April 2021 harga timah diawal tahun berada di posisi US$ 20.075 per ton, dan sampai dengan bulan April 2021 berada di posisi US$ 28.665 per ton. Sebelumnya harga tertinggi timah fisik murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) terjadi di tanggal 6 Mei 2021, yaitu US$ 32.500 per ton. 

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi

mengatakan, pergerakan harga timah ini merupakan hal yang menggembirakan bagi ekosistem perdagangan timah nasional. "Seiring dengan mulai bergeraknya ekonomi baik nasional maupun global, serta mulai bergeraknya industri yang tentunya meningkatkan permintaan, kami optimis transaksi timah di Bursa Berjangka Jakarta akan bergerak positif," ujar Fajar dalam siaran resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Selasa (11/5/2021).

Ia menegaskan, harga timah yang ditransaksikan di Bursa Berjangka Jakarta / Jakarta Futures Exchange ini dapat di akses secara masyarakat umum dalam situs resmi Bursa Berjangka Jakarta. Penentuan harga komoditas ini juga berdasarkan mekanisme kesepakatan antara peserta jual dan peserta beli.

Saat ini di Bursa Berjangka Jakarta terdapat dua skema transaksi timah, yaitu untuk Transaksi Luar Negeri (Ekspor) dan Transaksi Timah Dalam Negeri. Untuk transaksi timah luar negeri, telah berjalan sejak pertengahan tahun 2019. Sedangkan untuk Transaksi Timah dalam negeri, baru berjalan di pertengahan bulan Maret 2021. Dalam transaksi timah di Bursa Berjangka Jakarta ini, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) berperan sebagai lembaga kliring. 

Terkait transaksi timah dalam negeri, dalam rentang bulan Januari – April 2021, telah terjadi transaksi sebanyak 395 lot dalam 395 Ton, dengan nilai transaksi diatas Rp. 14,5 Miliar. Sedangkan untuk perdagangan timah luar negeri, dalam rentang Januari – April 2021, telah terjadi transaksi sebanyak 2.513 Lot dalam 12.586 Ton, dengan nilai Transaksi USD 308.450.813 atau sekitar Rp. USD 18.348.392. 

Selanjutnya di awal Mei 2021, data sampai dengan tanggal 10 Mei 2021 menunjukkan transaksi timah luar negeri terjadi dalam 126 Lot dalam 622 Ton, dengan nila transaksi US$ 18.38.392.kbc6

Bagikan artikel ini: