Per Maret, realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan capai Rp1,71 triliun

Selasa, 11 Mei 2021 | 22:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Artati Widiarti mengatakan, realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan hingga Maret 2021 mencapai Rp 1,71 triliun dan dinikmati 50.224 debitur atau para pelaku usaha seperti pembudi daya, pengolah dan pemasar hasil perikanan serta nelayan penangkap ikan.

Artati mengungkapkan, realisasi KUR sudah melewati 50 % dari target Rp 3,3 triliun selama 2021. "Alhamdulillah, ini bentuk komitmen kami dalam memberikan dukungan dan pendampingan ke pelaku usaha untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19," ujar Artati di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Artati memaparkan, KUR sektor kelautan dan perikanan banyak terserap untuk usaha budi daya dengan total 15.000 debitur dan total pencairan mencapai Rp 620,4 miliar. Selanjutnya pengolah dan pemasar hasil perikanan yang mencapai Rp 578,9 miliar dengan total 19.000 debitur. "Terakhir penangkapan yang menyentuh Rp 367,9 miliar untuk 12.000 debitur," sambung Artati.

Dari sisi sebaran, sebut Artati Jawa Timur menempati posisi pertama dengan nilai sebesar Rp 271,2 miliar untuk 7.935 debitur. Kemudian disusul Jawa Tengah sebesar Rp 244,7 miliar untuk 7.182 debitur, Sulawesi Selatan Rp 169,2 miliar untuk 4.972 debitur, dan Jawa Barat Rp 168,5 miliar untuk 4.921 debitur. "72 % dicairkan oleh Bank BRI, sisanya ada Mandiri, BNI, BSI dan bank lainnya," terang Artati.

Melalui program KUR ini, Artati berharap pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan bisa mengembangkan usahanya. Terlebih pemerintah telah menaikkan plafon KUR tanpa jaminan menjadi Rp 100 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta serta perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% selama enam bulan sampai 31 Desember 2021.

"Ke depannya, penyaluran KUR diharapkan dapat mendukung program-program prioritas KKP yang berbasis klaster, seperti kampung budidaya, kampung nelayan, dan kampung pengolahan ikan," ujar Artati.

Menurut Artati, sebagai salah satu bahan pangan yang dinantikan dan efektif meningkatkan imun tubuh di tengah Covid-19, ikan atau produk olahan dan turunannya akan selalu diburu oleh konsumen. Karenanya, dia optimistis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pemenang sekaligus pengungkit perekonomian nasional.

"Saya optimistis dan mengajak para pelaku usaha, khususnya sektor kelautan dan perikanan untuk terus bergerak membangkitkan perekonomian nasional," kata Artati.kbc11

Bagikan artikel ini: