Gekrafs Jatim, wadah pelaku usaha kreatif tetap survive usai pandemi

Jum'at, 14 Mei 2021 | 13:44 WIB ET

SURABAYA - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur bakal melantik pengurusnya di hotel Westin Surabaya. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh para pengurus Gekrafs Jatim. Mulai dari penjaringan calon pengurus hingga menyusun program kerja yang akan menjadi portofolio gerakan dalam penguatan perekonomian Jatim.

Ketua Umum Gekrafs Jatim, Septrianto Maulana mengungkapkan selama Pandemi Covid 19 melanda, sektor perekonomian global mengalami kontraksi yang luar biasa. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha khususnya di Jatim akhirnya _collabs_ akibat turunnya daya beli maupun aktivitas perekonomian masyarakat. Dampaknya, pengangguran mengalami peningkatan yang secara otomatis membuat angka kemiskinan tumbuh.

Tidak terkecuali juga terjadi pada sektor usaha ekonomi kreatif yang sempat booming beberapa waktu lalu. 17 sub sektor ekonomi kreatif seperti sektor, kuliner, fashion, kriya, aplikasi, film animasi video, fotografi periklanan, seni rupa, arsitektur, design interior, design komunikasi visual, design produk, pengembangan permainan (game), Radio TV, periklanan, penerbitan dan seni pertunjukan juga terkena imbas pandemi.

"Melalui wadah Gekrafs kami berinisiatif mengumpulkan seluruh pelaku usaha kreatif di Jatim untuk bersama-sama mencari ide dan solusi dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi agar sektor usaha yang kita geluti bersama ini tidak gulung tikar," kata Septrianto Maulana.

Menurut cak Rian, sektor usaha kreatif di Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia dibandingkan daerah lain. Sektor kreatif selama ini bahkan telah memberikan kontribusi signifikan dalam terciptanya lapangan kerja bagi para millenial. 

Sebagai contoh, sejak adanya pandemi pemerintah dengan berbagai regulasinya berupaya mengurangi intensitas tatap muka antar orang dengan harapan penuralan Covid 19 dapat diminimalisir. Nah, rupanya kebijakan ini membuat pelaku usaha kreatif dibidang aplikasi mengalami pertumbuhan usaha. Salah satunya datang dari perusahaan yang membutuhkan aplikasi absensi saat kerja dirumah (work from home) secara aktual.

"Sebenarnya banyak sub sektor usaha kreatif yang terkena imbas pandemi hingga nyaris bangkrut namun tidak sedikit pula yang mendapatkan berkah. Maka dari itu para pelaku usaha kreatif ini berkumpul jadi satu untuk saling menguatkan dan memberikan terobosan dalam era baru," paparnya.

Rian menuturkan, sektor usaha kreatif tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan upaya dan dorongan dari pemerintah sebagai stimulus kelancaran serta perlindungan usaha. Untuk itu, Gekrafs Jatim kedepan akan berupaya berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam menciptakan regulasi yang pro terhadap para pelaku usaha kreatif.

"Melalui Gekrafs kami juga akan melakukan penguatan usaha, memfasilitasi pemasaran, penguatan akses pembiayaan serta penguatan sumber daya manusia (SDM)," tuturnya.

Kedepan setelah terbentuk, kata Rian ada berbagai program akan dilakukan secara sinergi dengan banyak pihak. Mulai dengan Bank Indonesia, OJK, perbankan serta berbagai instansi vertikal lainnya.

"Kami berharap Gekrafs Jatim ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kreatif yang ada di daerah untuk bersama-sama menciptakan peluang ekonomi baru sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama khususnya bagi kaum millenial," pungkasnya.

Bagikan artikel ini: