Oxford Business Group dan Meinhardt Group meluncurkan Laporan Tanggapan Covid-19, ini isinya

Selasa, 18 Mei 2021 | 09:01 WIB ET

JAKARTA : Sektor konstruksi diperkirakan akan mempercepat pemulihan ekonomi di seluruh Asia Tenggara yang didorong oleh komitmen sektor publik untuk melanjutkan proyek infrastruktur yang dapat memacu pertumbuhan inklusif dan menciptakan lapangan kerja.

Hal ini dibahas secara rinci dalam Covid-19 Response Report/CRR (Laporan Tanggapan Covid-19) yang baru saja diluncurkan oleh Oxford Business Group (OBG) melalui kerja sama dengan Meinhardt Group, sebuah perusahaan perencanaan, teknik, dan manajemen proyek internasional. Laporan tersebut menyediakan analisis mendalam mengenai upaya negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan format laporan yang mudah dicerna dan diakses, serta berfokus pada data dan infografis lanskap sosial-ekonomi di wilayah tersebut.

Saat ini, seluruh negara Asia Tenggara telah menegaskan komitmennya untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur, terutama dalam pembangunan proyek transportasi, utilitas, dan TIK.

Pembangunan infrastruktur di berbagai negara Asia Tenggara diperkirakan akan menghasilkan multiplier effect terhadap perekonomian wilayah tersebut, termasuk percepatan proyek pembangunan jalur kereta api dan jalan raya yang berpotensi memperkuat perdagangan intra-regional. Asia Tenggara juga berkomitmen untuk mendorong penyediaan pembiayaan alternatif untuk membiayai proyek-proyek ini dan membuka kemitraan publik-swasta untuk meningkatkan daya saing global.

Di sektor konstruksi Asia Tenggara, pandemi COVID-19 diperkirakan telah meningkatkan permintaan perumahan terjangkau dan proyek ramah lingkungan. Pembangunan yang sejalan dengan konsep lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) juga akan semakin berpeluang untuk mendukung ekspansi yang berkelanjutan.

Di tengah tantangan pandemi, Meinhardt Group juga telah menerapkan berbagai strategi baru untuk tetap menjalankan bisnis. Sejauh ini, perusahaan berhasil mempertahankan kelangsungan kinerja operasionalnya; menyelesaikan beragam proyek pembangunan sektor yang akan mendorong pemulihan ekonomi seperti layanan kesehatan, transportasi, logistik, dan TIK; serta menandatangani kesepakatan kerja sama baru.

Omar Shahzad, Group CEO, Meinhardt Group, mengatakan bahwa industri konstruksi ASEAN berpotensi besar untuk memacu pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan selama beberapa tahun mendatang.

 “Banyak yang optimis bahwa industri sudah mulai pulih. Industri konstruksi ASEAN diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan hingga 7,5% pada tahun 2021, jauh melampaui tingkat pertumbuhan global yang ditargetkan mencapai 3%. Ke depannya, akan terjadi pertumbuhan V-shape, di mana perekonomian akan meningkat drastis setelah terjadinya resesi, yang kemudian mendorong pertumbuhan industri lebih tinggi pada tahun 2022 dibandingkan dengan era pra-pandemi. "

Jade Currie, Regional Editor for Asia, OBG, mengatakan bahwa komitmen Asia Tenggara untuk memprioritaskan kegiatan infrastruktur serta tuntutan pembangunan konstruksi yang terus meningkat akan menarik perhatian para investor di kawasan itu.

 “Komitmen sektor publik untuk pembangunan infrastruktur serta meningkatnya permintaan terhadap pembangunan lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, dan cerdas merupakan prospek yang menjanjikan untuk sektor konstruksi ASEAN. Hal ini tentunya menghadirkan beragam peluang investasi yang mendorong kerjasama publik-swasta dan pembangunan proyek berstandar ESG, serta menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi yang kuat di seluruh kawasan Asia Tenggara, “ujar Curie

CRR ASEAN ini merupakan bagian dari laporan yang saat ini sedang diproduksi oleh OBG bersama dengan mitranya. Selain itu, OBG bersama dengan mitranya juga meluncurkan instrumen riset yang relevan serta berbagai artikel dan wawancara terkait dengan Prospek Pertumbuhan dan Pemulihan Ekonomi di sejumlah negara khusus.

Bagikan artikel ini: