Jokowi bidik pertumbuhan ekonomi 7 persen di kuartal II, ini yang diminta

Rabu, 19 Mei 2021 | 08:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II mencapai di atas 7%. Target itu naik berlipat-lipat jika dibandingkan dengan pencapaian kuartal I yang masih minus 0,74%.

Menurut presiden, pertumbuhan ekonomi nasional ini didapat dari agregat kumpulan pertumbuhan ekonomi yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota. Makanya, Jokowi menekankan para kepala daerah untuk terus mendongkrak perekonomian di daerahnya.

"Jadi seluruh gubernur, bupati, dan wali kota memiliki tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita. Target kita di kuartal kedua, saya sudah memberikan target, kurang lebih harus di atas 7%. Bayangkan, dari minus 0,74 saya minta di atas 7%. Tapi indikasi ke arah sana ada, tergantung kerja keras kita bersama," katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Jokowi mengakui bahwa baru 10 provinsi yang saat ini pertumbuhan ekonominya positif. Di antaranya Riau 0,41%, Papua 14,28%, Sulawesi Tengah 6,26%, Yogyakarta 6,4%, Sulawesi Utara 1,87%, Sulawesi Tenggara 0,06%, NTT 0,12%, Papua Barat 1,47%, Bangka Belitung 0,97%, dan Maluku Utara 13,45%.

"Yang lain masih negatif semuanya. Berarti yang positif ada 10 provinsi. Artinya yang 24 masih negatif semua," ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan kerja keras untuk mencapai pertumbuhan di atas 7% pada kuartal II mendatang. Dia berharap seluruh provinsi pertumbuhannya sudah positif pada kuartal II nanti.

"Kita harus bekerja keras, bekerja keras (dan) optimistis agar di kuartal kedua target kita kurang lebih di atas 7% tadi bisa kita peroleh. Semua provinsi kita harapkan sudah positif di kuartal kedua ini. Tapi hati-hati urusan Covid tetap harus ditekan. Jangan hanya melihat satu sisi ekonomi, tidak melihat sisi kesehatan. Dua-duanya harus dijalankan beriringan," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu yang membuat optimisme pertumbuhan kuartal II akan positif adalah kenaikan peredaran uang. Pada Lebaran lalu kenaikannya mencapai 41,4%.

"Saya mendapatkan laporan periode Idulfitri itu ada peredaran uang kartal Rp154,5 triliun. Dibanding 2020, Idulfitri 2021 ada kenaikan 41,5%. Ini positif, ini menambah optimisme kita. Tetapi hati-hati masalah Covid," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: