Peniadaan mudik, pergerakan penumpang di 19 bandara AP II turun 91%

Rabu, 19 Mei 2021 | 10:25 WIB ET

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pergerakan penumpang di 19 bandara AP II pada 6 - 17 Mei 2021 atau pada masa peniadaan mudik, mengalami penurunan hingga 91%. Sementara, pergerakan pesawat juga tercatat menurun 77%.

President Director AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, perseroan berterima kasih kepada seluruh stakeholdes, khususnya Polri yang telah menggelar rapid test antigen secara random bagi penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

"Hal ini dapat memperkuat upaya bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Selasa (18/5/2021).

 

waluddin mengatakan, bandara-bandara AP II mulai 18-24 Mei akan mengawal pemberlakuan pengetatan perjalanan rute domestik.

"Perlu diperhatikan bagi calon penumpang pesawat di bandara-bandara AP II, bahwa pada 18 - 24 Mei calon penumpang pesawat harus membawa surat hasil rapid test antigen atau PCR test maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, atau surat hasil tes GeNose C19 sebelum keberangkatan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Setelah peniadaan mudik, ujar Awaluddin, diperkirakan pergerakan penumpang bergerak ke arah sebelum masa larangan mudik. Pada 18 Mei 2021, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai sekitar 76.000 penumpang dengan 650 penerbangan.

"Hal ini harus diikuti dengan peningkatan kesiagaan seluruh personel stakeholder di bandara-bandara AP II agar protokol kesehatan dapat dijalankan dengan baik,” ujar Awaluddin.

 

Sejalan dengan dipatuhinya peniadaan mudik, jumlah penumpang harian di 19 bandara AP II pada 6 - 17 Mei 2021 jauh di bawah sebelum peniadaan mudik. Secara kumulatif, pergerakan penumpang di 19 bandara AP II pada 6 - 17 Mei 2021 turun 91% dan pergerakan pesawat turun 77% dibandingkan pada saat tidak ada peniadaan mudik.

"Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, pergerakan penumpang rute domestik pada 6 -17 Mei rata-rata sekitar 5.000 orang per hari, jauh dari sebelum adanya peniadaan mudik mencapai 40.000 orang hingga 90.000 orang per hari," pungkasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: