Pemerintah sasar vaksinasi gotong royong untuk 12,5 juta jiwa

Rabu, 19 Mei 2021 | 17:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN) Erick Thohir menegaskan oemerintah sejak awal pandemi Covid-19 konsisten pada tiga program, yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Erick menilai, tidak akan mungkin perekonomian Indonesia dapat kembali bekerja dan bertumbuh tanpa adanya pemulihan sektor kesehatan terlebih dahulu.

"Kita tidak mungkin bisa selesaikan perang melawan Covid-19 tanpa gotong royong. Di sini poin terpenting, yakni vaksinasi harus dipercepat dan harus berjalan dengan baik," ujar Erick saat sosialisasi sentra vaksinasi gotong royong di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Erick mencontohkan, penurunan kasus Covid-19 dan tingkat kematian di DKI Jakarta setelah vaksinasi dilakukan secara bertahap. Ia menilai, vaksinasi menjadi kata kunci dalam melawan Covid-19. Untuk menciptakan kekebalan kelompok lewat vaksinasi, Erick menyebut ketersediaan vaksin menjadi sangat vital saat ini.

Berbeda dengan program vaksinasi pemerintah, Erick menyampaikan program vaksinasi gotong royong menggunakan jenis vaksin yang berbeda, yakni Sinopharm dan CanSino. "Alhamduliah, Sinopharm kita sudah dapat komitmen 15 juta dosis atau 7,5 orang dari bulan ini sampai Desember. Insya Allah, kita juga akan tekan pengadaan CanSino sebanyak 5 juta, tapi ini satu suntikan. Totalnya ada 12,5 juta untuk vaksinasi gotong royong," terangnya.

Erick mengatakan, pemerintah tidak akan menutup kemungkinan perluasan pengadaan jenis vaksin dari AS dan juga negara-negara di Eropa. Erick juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi pemerintah maupun gotong royong.

"Respons masyarakat positif, sekarang tinggal menjaga ritme agar vaksinasi bisa berjalan sesuai target," kata Erick menambahkan.

Erick yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berharap program vaksinasi gotong royong merupakan upaya pemerintah dalam mendorong percepatan vaksinasi. "Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan sentra vaksin yang diinisiasi oleh Kadin dan tentu hari ini juga sangat berbahagia karena memprioritaskan UMKM," ujar Erick.

Erick mengatakan, Kementerian BUMN merupakan agregator yang memberikan suplai agar hal ini bisa berjalan dengan konsisten. Ia menilai, UMKM merupakan tulang punggung yang sangat penting buat bangsa sehingga tidak mungkin tidak melibatkan UMKM dalam penegakan upaya pemulihan dari aspek kesehatan dan ekonomi saat pandemi. "Kita berharap dengan adanya upaya berkelanjutan daripada UMKM ini, bisa kembali menormalkan kegiatan ekonomi secara bertahap," ungkap Erick.

Kementerian BUMN, kata Erick optimistis dengan dukungan yang telah diberikan DPR, pemerintah daerah, pemerintah pusat, pihak swasta bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan lebih baik. Erick mengaku optimistis ekonomi Indonesia pada tahun depan akan kembali normal. "Walaupun tentu kita masih sepakat, keadaan yang kita alami ini tentu pascapandemi ya, tetap seperti ini, protokol kesehatan harus berjalan dengan baik," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: