China tujuan utama, ekspor porang RI meningkat 40 persen

Kamis, 20 Mei 2021 | 15:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan mencatat adanya kenaikan signifikan dalam tren ekspor komoditas porang. Dalam lima tahun terakhir (2016-2020), kenaikan nilai ekspor bahkan mencapai 40,19 persen.

"Salah satu ekspor porang yang terbesar yakni ke China," kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga dalam sebuah webinar, Rabu (19/5/2021).

Pada 2020 lalu, Kemendag mencatat nilai ekspor porang ke China mencapai 13,28 juta dolar AS atau 67,74 persen dari total nilai ekspor porang. Terbesar kedua diikuti yakni ke Thailand senilai 2,73 juta dolar AS dan diikuti Malaysia 1,45 juta dolar AS.

Adapun ekspor porang dilakukan oleh 15 provinsi. Provinsi yang paling banyak menghasilkan dan mengekspor porang akni Jawat Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Jerry mengatakan, hal itu tentu menjadi pegangan bagi pemerintah untuk membuat strategi ke depan dalam meningkatkan ekspor porang.

Meski demikian, ia tak menampik masih terdapat sejumlah hambatan dalam melakukan ekspor. Salah satunya mengenai hal administratif seperti kode harmonized system (HS). Saat ini belum ada kode HS yang khusus untuk komoditas porang sehingga pendataan ekspor porang terbagi ke dalam dua kode HS dan membuat data kurang akurat.

Menurut Jerry, perlu ada upaya diplomasi antar negara untuk menghasilkan kesepakatan satu kode HS untuk porang demi data yang lebih valid.

Selain itu, sejak Juni 2020, porang tidak diperbolehkan masuk ke China karena belum adanya dokumen risk management. Karena itu saat ini baru ada empat negara yang bisa lolos melakukan ekspor yakni Belgia, Korea Utara, Myanmar, dan Jepang.

"Ini penting karena menyangkut strategi bagaimana kita bisa mendapatkan kepastian secara keamanan dan bisa terverifikasi oleh otoritas di sana," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: