Dukung percepatan vaksin gotong royong, Unicef tawarkan kolaborasi dengan Kadin Jatim

Jum'at, 21 Mei 2021 | 17:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala Perwakilan United Nations Children's Fund (Unicef) Wilayah Jawa Ermi Ndoen bersama Child Survival and Development Specialist Unicef Armunanto melakukan kunjungan ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Surabaya, Jumat (22/5/2021).

Dalam kunjungan tersebut, mereka menyatakan komitmen Unicef memberikan dukungan terhadap percepatan pelaksanaan vaksin gotong royong yang bakal digelar, yaitu berupa pendampingan teknis dengan membuat platform data (dashboard). Platform ini berfungsi untuk memudahkan mitigasi kebutuhan dan pemberian vaksin bagi industri di Jatim.

Armunanto menjelaskan, dashboard adalah salah satu aplikasi untuk menyusun perencanaan pemberian vaksin gotong royong, yang meliputi data perusahaan yang ada dibawah koordinasi Kadin Jatim, jumlah karyawan dan berapa besar kemampuan finansial mereka untuk membayar biaya vaksin, berapa vaksin yang datang pertama dan mana perusahaan yang harus lebih dahulu mendapatkannya.

"Kami ingin mensinergikan dan menyelaraskan ide pemerintah untuk mempercepat cakupan vaksinasi di Jatim melalui jalur mandiri, vaksin gotong royong. Dengan harapan ketika cakupan vaksinasi berhasil mencapai lebih dari 85 persen, maka herd immunity atau kekebalan kelompok bisa terjadi di Jatim. Yang akhirnya untuk pengendalian covid bisa dilaksanakan bersama-sama sehingga kita bisa hidup bersama dengan virus yang kita takuti," ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Ermi Ndoen bahwa prinsip Unicef adalah mensupport bagaimana coverage vaksinasi cepat terpenuhi. "Jadi prinsipnya ini kan semua berkontribusi, termasuk pengusaha. Dan konsennya pengusaha itu kan bagaimana ekonomi bisa berjalan. Tetapi di lain pihak, kalau ekonomi jalan dan belum divaksinasi kan itu menjadi salah satu tantangan. Untuk itu, kami mempercepat upaya pemberian vaksinasi gotong royong. Kalau sudah diaplikasikan di Jatim, kami bisa membantu membuat perencanaan yang baik, pelaksanaan yang baik sehingga dengan vaksin yang terbatas dan susah didapat ini bisa optimal untuk Jatim," tandas Ermi.

Menanggapi tawaran kerjasama tersebut, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyatakan sangat berterimakasih karena upaya tersebut pastinya akan sangat membantu Kadin Jatim dan pengusaha di Jatim pada umumnya dalam pelaksanaan vaksin gotong royong.

"Tawaran kerjasama dari Unicef ini sangat bagus dan kami berterimakasih karena distribusi vaksin ini memang perlu dipantau agar distribusi lebih tertata, mulai dari berapa kebutuhan dan berapa vaksin yang didapatkan. Ini dalam rangka menyiapkan fasilitas kesehatan agar tidak bergerombol dan lain sebagainya," ujar Adik.

Ini penting karena tidak mungkin perusahaan besar di luar Surabaya datang ke Surabaya untuk pemberian vaksin kepada karyawan. Sehingga hal ini perlu difasilitasi oleh faskes daerah. "Kalau faskes daerah tidak mencukupi perlu disupport mobile care dari Surabaya agar pemberian lebih tersistematis," tandasnya.

Hingga periode ketiga pendaftaran, jumlah perusahaan yang telah mendaftar vaksin gotong royong melalui online Kadin Indonesia hampir mencapai 1.800 perusahaan dengan kisaran jumlah karyawan sebanyak 500 ribu orang. Sementara total perusahaan di Jatim sesuai data BPS Jatim mencapai 816.804 perusahaan dengan jumlah karyawan sebesar 3,186 juta karyawan.

Adik menegaskan, sejauh ini Kadin Jatim sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah faskes di Surabaya dan luar Surabaya, diantaranya RS Premier, RS PHC, RS Siti Hajar Sidoarjo, RS Semen Gresik dan beberapa klinik faskes lainnya. Sementara untuk wilayah Kediri, Kadin juga sudah berkordinasi tentang kecukupan rumah akut disana untuk mengcover pelaksanaan vaksin gotong royong. "Kediri sangat penting karena ada satu perusaan yang telah mendaftar dengan jumlah karyawan yang akan divaksin sekitar 40 ribu karyawan," ungkap Adik.

Di sisi lain, Kadin Jatim juga akan membuat Centra Vaksin Gotong Royong yang akan menjadi lokasi pemberian vaksin bagi industri dengan jumlah karyawan tidak banyak. "Ini baru kami bicarakan dengan teman-teman yang memiliki faskes dan akan kami sampaikan kepada gubernur. Karena gubernur juga menunggu informasi dari kami," pungkasnya.kbc

Bagikan artikel ini: