Dorong sektor produksi, bunga KUR untuk petani diminta dipangkas

Kamis, 27 Mei 2021 | 16:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) Aviliani meminta pemerintah memperbaiki konsep Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tidak memukul rata tingkat suku bunga untuk seluruh sektor. Perubahan terutama dia minta pada bunga kredit.

Aviliani pun meminta bunga KUR untuk untuk sektor komoditas, seperti untuk petani lebih rendah dari sektor perdagangan. Pasalnya, bunga 6 persen yang diberlakukan saat ini terlalu tinggi dan berpotensi menekan petani.

"Menurut saya sebaiknya 6 persen ke bawah, karena marginnya memang tipis," katanya pada webinar Reaktualisasi Sistem Resi Gudang, Selasa (25/5/2021).

Dia yakin dengan kebijakan itu, KUR yang saat ini 60 persennya banyak tersalur ke sektor perdagangan bisa berubah ke produksi.

Senada Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana menilai tingginya suku bunga pinjaman menjadi salah satu beban bagi petani dalam berkembang.

"Tingkat suku bunga kalau 6 persen kurang lah kalau untuk pertanian, masih terlalu tinggi lah kalau untuk petani. Ini perlu kita bicarakan lagi dengan Kementerian Keuangan untuk skema subsidi bunga," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: