BI tak mungkin lagi pangkas suku bunga acuan, ini alasannya

Jum'at, 28 Mei 2021 | 11:39 WIB ET

JAKARTA,  kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) memberi sinyal sudah tidak ada lagi ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR). Saat ini, bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 3,5 persen dalam pada Mei 2021.

"Saya pikir, ini sangat sulit bagi Bank Indonesia untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam acara Indonesia Investment Forum, Kamis (27/5/2021).

Pasalnya, kata dia, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) terus naik sehingga berdampak pada sektor keuangan di negara berkembang (emerging market). Sebagai catatan, investor cenderung melirik investasi pada US Treasury jika imbal hasilnya terus bertambah, sehingga mereka akan memindahkan modalnya dari negara berkembang.

Untuk itu, Dody menuturkan Indonesia membutuhkan suku bunga yang menarik agar mempertahankan dan menarik investor asing ke Tanah Air.

"Kami ingin memberikan tingkat suku bunga yang menarik bagi investor untuk mendatangkan mereka ke dalam negeri, sehingga mereka bisa mendapatkan imbal hasil yang baik dari portofolio investasinya di Indonesia," ujarnya.

Namun, dia memastikan bank sentral tetap akan menggelontorkan stimulus moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. BI, kata dia, akan terus menerapkan tiga strategi intervensi (triple intervention) guna menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan secara umum.

Meliputi, intervensi di pasar spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), serta memperkuat kerja sama internasional baik dengan negara maupun lembaga keuangan internasional.

"Kami tidak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga dan likuiditas, tetapi kami juga akan menggunakan instrumen makroprudensial sehingga bank tetap bisa menyalurkan kredit di tengah situasi ini," katanya.

Sementara itu, tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap di 2,75 persen dan 4,25 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7DRR sebesar 3,5 persen," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI periode Mei 2021 secara virtual. kbc10

Bagikan artikel ini: