Peugeot e-Expert Hydrogen, mobil berteknologi ramah lingkungan

Sabtu, 29 Mei 2021 | 21:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah kesuksesan Peugeot global meluncurkan varian kendaraan full elektrik seri Peugeot 208 dan 2008, Peugeot terus berinovasi.  Kali ini, Peugeot Global agresif mengambil langkah lebih jauh untuk mendukung penggunaan energi tanpa emisi.

Terakhir, Peugeot mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan teknologi hidrogen untuk menyempurnakan varian pilihan. Lihat saja, Peugeot e-Expert terbaru yang mengadopsi tenaga fuel cell hidrogen.

Hal ini menjadi simbol bagi Peugeot dalam kampanyenya yang memberikan "The Power of Choice" bagi para konsumennya. Peugeot e-Expert Hydrogen terbaru ini menggunakan sistem "mid-power plug-in hydrogen fuel cell electric" yang sangat inovatif meliputi:

- Fuel Cell, yang memberikan tenaga elektrik yang dibutuhkan menjalankan kendaraan menggunakan hidrogen

- Baterai Isi Ulang Lithium-Ion Tenggangan Tinggi dengan kapasitas 10,5 kWh yang juga dapat membantu memberi tenaga mesin elektrik pada beberapa fase berkendara

Di samping itu, Peugeot e-Expert terbaru juga sangat menonjolkan  keunggulan, yakni kekuatan menjelajah tanpa emisi CO2, juga kecepatan mengisi hidrogen hanya dalam kurun waktu 3 menit untuk jarak tempuh sejauh 400 KM (Dengan perputaran tenaga melalui WLTP). Juga adanya soket listrik untuk pengisian daya baterai tegangan tinggi yang disematkan.

Peugeot e-Expert sendiri memanfaatkan dan mengombinasikan tenaga dari hidrogen, baterai, dan traksi elektrik. Hidrogen yang berada di tangki akan memberikan tenaga bagi fuel cell. Hal ini  berfungi untuk memproduksi tenaga elektrik yang menggerakan kendaraan. Sedangkan baterai bertegangan tinggi yang disematkan memberikan manfaat untuk memberikan tenaga tambahan. Langkah ini  memastikan transporter tetap dapat dikendarai secara dinamis.

Seperti diketahui, Hidrogen kini menjadi salah satu bagian pilar besar untuk perubahan transisi energi secara internasional. Hal ini untuk mengurangi berbagai emisi gas buang yang berbahaya dan tetap menjaga lingkungan agar lebih hijau dan sehat untuk dihuni manusia. kbc10

Bagikan artikel ini: