Agro Solution, cara Pupuk Indonesia perkuat pertanian di Banyuwangi

Minggu, 30 Mei 2021 | 20:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali melakukan tanam perdana program Agro Solution pada lahan sawah seluas 42 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Minggu (30/5/2021).

Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruki mengatakan Agro Solution adalah program inisiatif Pupuk Indonesia untuk meningkatkan produktivitas petanian melalui penyediaan input pertanian komersial (pupuk, benih, dan pestisida), akses permodalan, kepastian pengambilan hasil panen (off take), hingga asuransi pertanian.

"Melalui anggota holding kami, yaitu Pupuk Kaltim, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan hingga kini telah merealisasikan program Agro Solution seluas 134 hektar pada lahan sawah di Banyuwangi," ujar Panji dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Program ini, lanjut Panji tersebar di sejumlah desa di Banyuwangi, seperti Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu (100 hektare), Desa Gladag (20 hektare) dan Desa Bubuk (4 hektare), Kecamatan Rogojampi, serta Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat (10 hektare).

Adapun akses permodalan disediakan oleh BNI, off-taker dari BUMDes Jenggirat Tangi dan Pertani, asuransi oleh Jasindo, sedangkan pengawalan budidaya dan teknologi pertanian dari Pupuk Kaltim.

Panji menjelaskan, hingga April 2021 realisasi program Agro Solution telah mencapai 18,5 ribu hektare atau 74 persen dari target 25 ribu hektare. Program Agro Solution, ucap Panji, berdasarkan uji coba pada tanaman padi di Jember, Banyuwangi, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, dan Madiun, petani binaan program Agro Solution berhasil meningkatkan produktivitas tanamannya, dari rata-rata 6,28 ton menjadi 9,73 ton per hektare, atau meningkat sekitar 55 persen.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah sedang bekerja keras, gotong royong atau bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pendapatan agar daya beli masyarakat kembali membaik. Ipuk menyebutkan kegiatan ini bentuk inovasi di bidang pertanian yang mana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

"Mudah-mudahan program Agro Solution bisa terus berkembang, dan jika di sini berhasil mungkin bisa dibawa ke desa-desa selanjutnya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: