Batas penyampaian SPT 31 Maret

Kamis, 12 Maret 2009 | 08:58 WIB ET

Pemilik NPWP harus serahkan ke KPP

JAKARTA: Masyarakat yang sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) diwajibkan untuk menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) paling lambat 31 Maret 2009.

"Kalau tidak menyampaikan SPT, ya kami cari. Kalau ada kewajiban terutang tapi tak masukkan SPT, berarti tidak bayar, ya pasti akan ada sanksi. Formulir SPT dapat diambil di mana saja," kata Dirjen Pajak Darmin Nasution di Jakarta, Rabu malam (11/3).

Sesuai UU tentang Perpajakan, maka kewajiban WP untuk mengambil SPT di KPP di mana WP terdaftar. "Kami sudah bikin edaran supaya blangko SPT disediakan di semua tempat baik di KPP, Kanwil Pajak, dan secara online," jelasnya seperti dilaporkan Antara.

Dia meyakinkan mengisi SPT tidak sulit, apalagi untuk WP yang hanya bekerja untuk satu pihak. Isian yang harus diisi hanya empat baris yaitu berapa besar penghasilannya, berapa besar penghasilan tindak kena pajak (PTKP) dan jabatannya, dan besar penghasilan kena pajak serta pajak terutangnya, kemudian ditambah sedikit penjelasan tentang harta dan kewajiban.

Terkait besaran penerimaan pajak dari wajib pajak baru, Darmin mengemukakan, tidak semua wajib pajak baru akan memberikan penerimaan pajak baru. Sebab, sebagian sudah dibayarkan pemberi kerjanya (perusahaan).

"Kalau seperti itu kasusnya, maka sebenarnya di SPT pasti nihil, tapi kalau bekerja untuk lebih dari satu orang atau bukan bekerja pada orang, pasti harus bayar," katanya.

Menurut dia, adanya wajib pajak baru tidak paralel dengan kenaikan penerimaan pajak. Pemberian NPWP sebenarnya diarahkan agar semua wajib pajak masuk ke dalam sistem pajak, sehingga jika ada yang tidak benar dalam kewajiban perpajakannya, dapat dengan mudah ditelusuri. (kb9/kb2)

Bagikan artikel ini: