Manfaatkan bebas PPN, 200 unit rumah milenial di Grand Pakuwon laris manis

Jum'at, 4 Juni 2021 | 14:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pengembang properti saat ini tengah gencar dalam menghadirkan produk rumah siap huni (ready stock), dalam rangka memanfaatkan stimulus berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) oleh pemerintah pada periode Maret-Agustus 2021.

Salah satu Pakuwon Group, yang mengembangkan rumah tapak 2 lantai yang menyasar segmen milenial dan keluarga kecil. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 200 unit rumah di Grand Pakuwon, Surabaya Barat telah dibangun dan mendapat respon positif dari konsumen.

Head of Marketing Pakuwon Group, Hario Utomo mengatakan, saat ini pihaknya mengembangkan 200 unit rumah tipe Walden di cluster Queensland dengan dua pilihan rumah dua lantai luas 4x12 meter persegi dan 5x12 meter persegi.

"Dari 200 unit yang kita bangun dan pasarkan, tinggal tersisa 30 unit Saat ini harga yang ditawarkan Rp 1,3 miliar dengan adanya free PPN, harga tinggal Rp 1,1 miliar," kata Hario di Grand Pakuwon Surabaya, Rabu (2/6/2021).

Pihaknya optimistis sisa 30 persen tersebut akan segera habis, mengingat masa berlaku stimulus bebas PPN akan berakhir pada 31 Agustus 2021 mendatang.

"Selama ini segmen yang kami bidik kaum milenial dan keluarga muda. Dan mereka banyak yang memanfaatkan kesempatan stimulus PPN ini, apalagi ada tanbahan free BPHTB dan vacuum robot hanya untuk 5 unit. Jadi inilah kesempatan langka," ujar Hario.

Mengingat tingginya permintaan terhadap rumah tersebut, pihaknya juga akan kembali membangun sebanyak 250 unit runah dua lantai dengan luas yang sama plus ada pilihan luas 6x12 meter persegi.

Di kesempatan yang sama, Marketing Director Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi menilai, membaiknya pasar properti pada semester pertama tahun ini karena didorong adanya stimulus free PPN dari pemerintah. Sehingga masyarakat semakin banyak yang tertarik membeli properti.

"Masyarakat banyak yang memanfaatkan free PPN. Karena belum tentu nanti ada lagi. Waktunya juga terbatas sampai Agustus saja," kata Sutandi.

Dikatakannya, masyarakat yang membeli properti juga bukan dari kalangan enduser saja, namun banyak juga dari investor yang juga ikut bermain. Sehingga rumah yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 2 miliar menjadi incaran utama.

"Penjualan kami pada Maret kenaikannya double. Target Rp 140 miliar, dapatnya Rp 300 miliar. Demikian juga pada April dan Mei, penjualan kami 25-30 persen di atas target," tambahnya.

Sebab itu, dia yakin trend membaiknya pasar properti diharapkan akan bertahan hingga akhir tahun nanti. Hal ini juga ditopang perbankan yang memberikan kemudahan KPR dengan bunga ringan sehingga semakin menarik konsumen untuk membeli.

Selain itu, kondisi ekonomi juga mulai membaik. Hal ini menyusul adanya vaksinasi yang berjalan nasional sehingga masyarakat mulai melakukan kegiatan normal. Dampaknya, roda ekonomi juga mulai berjalan normal lagi.

"Kunjungan di mall juga sudah ramai. Sudah mencapai 90 persen dari tahun 2019. Bahkan pada saat weekend, parkiran sudah penuh. Retail sudah mulai normal lagi," tandasnya.

Grand Pakuwon sendiri memiliki lokasi yang sangat strategis. Didukung akses jalanan menuju Grand Pakuwon yang 4 lajur membuat kawasan ini dekat ke mana-mana. Hanya 5 menit menuju pintu tol, 15 menit menuju ke Pakuwon Mall, 25 menit menuju pusat kota Tunjungan Plaza.

Selain lokasi yang strategis, Grand Pakuwon memiliki beragam fasilitas yang sangat lengkap, seperti Grand gate yang megah, Giant Flyover, Jalan utama dengan ROW 30 meter, danau yang dilengkapi dengan jogging track sepanjang 3,5km, yang juga berfungsi sebagai resapan air, pusat kuliner dan wahana permainan, Food Junction seluas 6 Ha dilengkapi Starbucks, Hypermart, XXI, dan sebagainya. Juga 3 Sekolah ternama, yakni Sampoerna Academy, Surabaya Grammar School, Gloria Christian Bilingual School, serta rumah sakit Mitra Keluarga. kbc7

Bagikan artikel ini: