Belum ada progres, 54 pembangkit listrik ditinjau ulang

Minggu, 6 Juni 2021 | 16:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau ulang pengerjaan 54 pembangkit listrik yang masuk dalam megaproyek 35.000 Megawatt (MW). Keputusan itu diambil lantaran 54 proyek pembangkit ini belum juga memasuki fase kontrak.

Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana menuturkan dari 54 proyek tersebut memiliki total kapasitas 1.563 MW.Evaluasi dinilai perlu dilakukan karena 54 proyek itu sebenarnya belum memiliki kontrak yang jelas atau bahkan belum mendapatkan kepastian dari sisi pembiayaan.

"Ini kami evaluasi, karena semua tahu pembangkit ini rata rata adalah PLTU. Dan saat ini lembaga keuangan luar negeri itu banyak yang menghentikan pendanaan untuk PLTU ini," ujar Rida di Jakarta, baru baru ini.

Rida menuturkan, dari 54 proyek tersebut sepenuhnya dioperasikan PLN sehingga evaluasi juga dilakukan PLN. Beberapa opsi akan dibahas pemerintah dan PLN, di antaranya opsi penggantian dengan pembangkit berbasis EBT atau diganti dengan proyek pembangunan transmisi dan gardu induk untuk masuknya aliran listrik dari pembangkit eksisting.

Dari proyek 35.000 MW tersebut saat ini sudah beroperasi total 10.069 MW. Pada tahun lalu pembangkit listrik yang baru saja beroperasi sebesar 9.931 MW. "Proyek pembangkit yang telah berkontrak tapi tetap kita lanjutkan, meski belum konstruksi. Saat ini yang sudah PPA tinggal melanjutkan proses pendanaan," kata Rida.kbc11

Bagikan artikel ini: