Pemerintah bidik pertumbuhan ekonomi 8 persen di kuartal II

Selasa, 8 Juni 2021 | 10:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua bisa mencapai 8%. Angka tersebut melonjak tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal pertama.

Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 0,74% pada kuartal pertama sebagai dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

"Pemerintah menyakini bahwa kuartal kedua ini kita mampu pada 7% sampai 8%," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Presiden usai rapat terbatas, Senin (7/6/2021).

Hal tersebut terlihat dari sejumlah indikator seperti pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA). Penjualan kendaraan bermotor juga mengalami lonjakan secara year on year (YoY).

Penjualan mobil melonjak hingga 228% YoY dan penjualan motor melonjak 227% YoY. Selain itu indeks keyakinan konsumen telah tumbuh di atas 100% dan angka penjualan ritel tumbuh 9,8% YoY.

"Pertumbuhan belanja nasional per akhir April kemarin juga sudah terjadi kenaikan sebesar 60,43%," terang Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Airlangga juga menyampaikan realisasi anggaran PEN telah mencapai 29,9% dari pagu. Angka tersebut naik Rp 86,7 triliun dari kuartal pertama yang mencapai Rp 123,206 triliun.

Kegiatan di sektor kesehatan juga sudah mencapai 18,8% realisasi dan realisasi program perlindungan sosial  sebesar 39,2%. Sedangkan realisasi program prioritas sebesar 28%, dukungan korporasi 21% dan insentif untuk usaha sudah 79,9%. kbc10

Bagikan artikel ini: