Siasat berjamaah hadapi lonjakan harga kedelai

Selasa, 8 Juni 2021 | 19:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Isrofi, perajin tempe dan tahu di Pamulang,Tangerang Selatan menuturkan, pihaknya berupaya bertahan memproduksi tempe secara tradisional. Ia menjual tempe dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kemasan.

Meski demikian ukuran tempe lebih kecil dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.Ukuran tempe yang lebih kecil disebut Isrofi menjadi jadi solusi irit kedelai. Ia mengaku menghadapi dilema menjual produknya.

Saat akan menaikkan harga ia menyebut sebagian ibu rumah tangga urung membeli tempe.Permintaan tempe sebutnya dominan berasal dari pemilik usaha warung makan dan pedagang gorengan. a dan sejumlah pedagang menyayangkan harga kedelai yang belum turun.

Pada level distributor, jenis kedelai impor asal Amerika dan Thailand sebutnya masih belum turun. Mistiadi menyebut semula kedelai impor dibeli dengan harga Rp 6.100 atau Rp 610.000 perkuintal.

Namun harga berangsur naik ke kisaran Rp 7.000 hingga naik menjadi Rp 11.000 perkilogram (kg) atau Rp1,1juta perkuintal. Meroketnya bahan baku ini membuat produsen tahu dan tempe pusing bukan kepalang.

"Kami masih memiliki stok kedelai saat harga masih berkisar Rp 7.000 namun stok tidak akan bertahan lama hingga pertengahan bulan Juni, kini harga sudah melonjak jadi Rp 11.000, jika berhenti produksi kami tidak memiliki penghasilan karena produksi tahu, tempe jadi sumber mata pencaharian utama," terang Mistiadi kepada kabarbisnis.com, Selasa (8/6/2021).

Mistiadi mengaku memiliki puluhan pelanggan tetap yang mengambil rata rata 20 bungkus tempe per hari. Setiap pedagang sebutnya memilih membeli tempe dan tahu untuk dijual dalam bentuk olahan. Selain sebagai lauk, tempe dan tahu dijual sebagai camilan dalam bentuk gorengan. Siasati agar pelanggan tidak beralih, ia tetap memberi harga tetap pada tahu, tempe yang dijual.

Tata, pedagang tempe mendoan di Jalan Surya Kecana mengaku ikut terdampak. Menjual tempe mendoan jumbo, level ukuran besar tempe yang dibuat berkurang sekitar 1 cm. Semula ukuran tempe mendoan berkisar 5×10 cm dikurangi menjadi 4×9 cm.

Meski demikian penambahan adonan tepung dapat digunakan menyiasati agar saat digoreng ukuran tempe mendoan tetap besar. "Bagi usaha makanan produk turunan berbahan kedelai ikut menyesuaikan dengan perubahan ukuran agar kedelai yang dipakai bisa efektif," ujarnya.

Harga per kotak tempe mendoan jumbo sebut Tata masih dijual seharga Rp 20.000. Berisi sebanyak lima potong, meski tetap sama berisi sebanyak lima potong tempe mendoan, ukuran lebih kecil.

Dia masih tetap mampu menjual 700 bungkus tempe mendoan per hari. Namun pemilik usaha berbasis kedelai tersebut menyebut ikut berharap agar harga kedelai stabil di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kg.kbc11

Bagikan artikel ini: