Dialog tingkat tinggi, China-RI sepakati 5 hal ini

Rabu, 9 Juni 2021 | 14:15 WIB ET

GUIYANG, kabarbisnis.com: Indonesia dan China menyepakati lima konsensus saat menggelar dialog tingkat tinggi. Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembentukan Mekanisme Kerja Sama Dialog Tingkat Tinggi secara resmi sudah diteken.

Kerja sama serupa juga disepakati perihal penguatan kerja sama di sektor maritim. Dari kolaborasi tersebut, kedua pihak menyepakati adanya peningkatan kerja sama pembangunan koridor ekonomi komprehensif regional dan pembentukan komite bersama untuk kerja sama pembangunan koridor ekonomi komprehensif regional

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pembentukan mekanisme kerja sama dialog tingkat tinggi Indonesia-China akan memberikan platform untuk dialog yang lebih erat antara departemen pemerintah kedua negara dan memberikan dukungan baru untuk kerja sama yang lebih efektif.

"Indonesia siap bekerja sama dengan China untuk mempercepat pembangunan bersama Belt and Road, memperdalam pembangunan koridor ekonomi komprehensif regional, mendorong penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal, memperdalam kerjasama di bidang perikanan, perdagangan dan investasi, kesehatan masyarakat, penerbangan, ruang angkasa dan maritim, memperkuat pertukaran budaya dan orang-ke-orang dan mengkonsolidasikan fondasi persahabatan," ujar Luhut dikutip dalam website Kementerian Luar Negeri China, (8/6/2021).

Adapun lima konsensus yang disepakati Indonesia-China di antaranya:

Pertama, mengkonsolidasikan langkah strategis untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama. Kedua nya akan memperkuat kepercayaan politik dan menjaga komunikasi strategis yang erat.

Kedua negara juga akan mendukung upaya satu sama lain untuk mewujudkan pembangunan nasional masing-masing negara, bertanggung jawab terhadap perdamaian dan stabilitas regional, hingga bersama-sama menegakkan keadilan nasional dan internasional, serta hak dan kepentingan negara berkembang.

Kedua, memperdalam kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 dan perawatan kesehatan. Kedua belah pihak akan terus memperdalam kerja sama di seluruh rantai industri, termasuk penelitian dan pengembangan vaksin, produksi dan distribusi, membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin regional.

Keduanya pun sepakat untuk mendukung pembebasan hak kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19, menganjurkan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin yang lebih besar, menolak nasionalisme vaksin, mencegah kesenjangan vaksin, dan bekerja sama untuk mempromosikan distribusi vaksin yang adil dan wajar di seluruh dunia, melindungi hak hidup dan kesehatan orang-orang di negara berkembang.

Saling mendukung antar warga negara masing-masing untuk menginokulasikan vaksin di negara masing-masing dan terus meningkatkan kerja sama di bidang pengobatan tradisional, penelitian dan pengembangan obat, industri farmasi, dan bidang kesehatan lainnya.

Ketiga, bekerja sama untuk meningkatkan kerja sama di bawah Belt and Road Initiative (BRI). Kedua belah pihak akan lebih menyelaraskan BRI dan visi poros maritim global untuk memastikan penyelesaian kereta api cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal dan menetapkan tolok ukur untuk proyek tahap pertama yang dibangun bersama oleh kedua negara di bawah BRI.

Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja untuk Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan melepaskan efektivitas kerja sama fase kedua di bawah BRI. Kedua belah pihak pun akan mempercepat pembangunan platform kerja sama baru "Dua negara, Taman Kembar", mengeksplorasi arah baru untuk kerja sama di kawasan industri hijau, dan menyediakan mesin baru untuk konstruksi bersama berkualitas tinggi dari BRI.

China akan melakukan kerjasama investasi dan pembiayaan tingkat tinggi dengan Indonesia melalui berbagai jalur dan secara aktif mendukung Indonesia dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kapasitasnya untuk pembangunan yang mandiri dan komprehensif.

China juga menyambut baik Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas kompetitif ke China, memperdalam konektivitas perdagangan bilateral dan bersama-sama memanfaatkan pasar besar China dan Indonesia dengan total populasi 1,7 miliar.

Keempat, memperluas kerja sama maritim. Nota Kesepahaman baru tentang kerja sama maritim antara China dan Indonesia yang ditandatangani oleh kedua belah pihak telah memperkaya, memperluas dan meningkatkan mekanisme kerjasama yang kondusif untuk lebih menggali potensi kerjasama dan memperluas kerjasama maritim yang saling menguntungkan.

Kelima, memperkaya pertukaran budaya dan people-to-people. Kedua belah pihak akan mengatasi hambatan pandemi, berinovasi model interaktif dan meneruskan persahabatan tradisional antara China dan Indonesia. Kedua belah pihak akan mengembangkan pariwisata online dan proyek "tur awan"

Kedua belah pihak akan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi, melakukan pertukaran pelatihan atlet dan memperluas interaksi antara think tank dan media untuk lebih mengkonsolidasikan dukungan publik untuk pengembangan hubungan bilateral. kbc10

Bagikan artikel ini: