Berkah pandemi, tambah 5,5 juta UMKM terhubung ekosistem digital

Senin, 14 Juni 2021 | 19:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid 19 justru membuat insan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbenah diri. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan terjadi terjadi kenaikan yang luar biasa jumlah UMKM yang terhubung ke ekosistem digital selama pandemi Covid-19.

Teten menyebut, sebelum pandemi hingga awal pandemi, baru 8 juta pelaku usaha yang sudah onboarding ke e-commerce. Saat ini, lanjutnya, per Mei 2021, sudah ada 13,5 juta pelaku UMKM yang masuk ke e-commerce.

"Artinya sudah 21%. Ini luar biasa karena transaksi perdagangan di e-commerce nilainya Rp 266 triliun, sangat besar sekali," ujar Teten dalam diskusi virtual,Jakarta, Senin (14/6/2021).

Teten melanjutkan pemerintah menargetkan ada 30 juta pelaku UMKM yang onboarding ke ekosistem digital di tahun 2024. Menurutnya saat ini tantangan untuk mendorong UMKM ke sektor digital tidaklah sedikit.

Dia merinci, tantangan bagi UMKM di level mikro ada pada masalah literasi digital. Teten menilai, hal ini bisa dibantu oleh para reseller. "Saya kira reseller bisa bantu UMKM dalam tanda petik, yang masih ada masalah dengan literasi digital, atau juga dengan jumlah SDM (sumber daya manusia), atau mereka yang tidak sanggup memproduksi penjualan. Pasalnya, penjualan di online kan perlu reaksi cepat," tuturnya.

Masalah selanjutnya, kata dia, adalah kualitas produksi UMKM dan daya saing produk. Dia menuturkan, kualitas produk UMKM sudah bagus, namun perlu memperbaiki kemasannya. "Strategi kami sekarang, kami akan coba menjajaki UMKM yang permintaan pasarnya ada, produknya ada, tetapi belum terhubung dengan ekosistem digital," tutur dia.

Meski begitu, Teten juga mengakui hampir 50 % UMKM yang terdampak signfikan oleh pandemi.Menurut pemerintah telah melakukan pelabagai insentif dan relaksasi untuk mempertahankan eksistensi UMKM, tidak terkecuali dengan memfasilitasi dan pembinaan bersama marketplace sehingga diharapkan menjadi solusi bagi akses pemasaran .Bukan hanya di pasar domestik, namun juga pasar luar negeri. kbc11

Bagikan artikel ini: