Mendag Lutfi bandingkan mudahnya UMKM peroleh modal ketimbang pengusaha

Senin, 14 Juni 2021 | 23:45 WIB ET
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menuturkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) mencapai Rp 300 triliun yang dikelola Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut Lutfi, anggaran tersebut diserahkan ke pelaku UMKM tanpa jaminan apapun. Hal ini berbanding terbalik ketika dirinya menjadi pengusaha. "Waktu saya menjadi pengusaha, enggak ada itu. Kami mau pinjam Rp 75 juta saja mesti kasih jaminan 110% daripada pinjamannya," ujar Lutfi dalam diskusi virtual , Senin (14/6/2021).

Mendag menambahkan, anggaran tersebut dapat memperkuat bisnis mikro dalam negeri menghadapi disrupsi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) saat ini. Hanya saja, menurutnya saat ini yang harus dikerjakan terlebih dahulu adalah terkait menaikkan tingkat pelaku UKM dari sektor informal ke sektor formal untuk mendapatkan pembiayaan.

"Kami harus melihat bahwa untuk mendapatkan ini sebagai terobosan disrupsi dan mendapatkan kesempatan baru, kita mesti kuat," kata dia.

Dia mencontohkan, ekspor Indonesia di kuartal IV-2020 didominasi 85% atau 15.000 unit usaha yang berasal dari UMKM. Akan tetapi, dilihat dari jumlah nilainya, 95% berasal dari usaha besar.Sementara sisanya, US$5 miliar berasal dari UMKM pada 2020. Lutfi menilai jumlah ini masih timpang.

"Artinya apa? Artinya UKM untuk ekspor kami itu adalah usaha yang masih ringkih. Nah, untuk itu tugas saya sebagai wasit dalam perdagangan menjaga mereka. Kenapa? Kalau ini belum kuat, mereka disamber, habis oleh yang besar," ucapnya.

Karena itu, sambung Luthfi, pihaknya tengah berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk merumuskan aturan yang mampu memperkuat bisnis UMKM baik di level nasional dan global.

"Makanya saya sama Pak Teten ini sedang bekerja sama, ada yang kita kerjakan, nah ini akan kita perbaiki, saya memperbaiki peraturannya, supaya perdagangan yang kita kerjakan ini tidak ada kecurangan. Kita tidak bisa bersaing dengan situasi yang tidak seimbang," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: