Dorong ekonomi keluarga, Semen Indonesia beri pelatihan menjahit ke ibu-ibu

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:34 WIB ET

GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG Mandiri memberikan pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak kepada 14 ibu rumah tangga di Kelurahan Gending, Kebomas, Gresik. Kegiatan dilaksanakan selama selama 5 hari, mulai Senin (14/6) hingga Jumat (18/6). Selain memberikan pelatihan, SIG juga memberikan 14 mesin jahit tipe 23 pola jahitan kepada para peserta pelatihan.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya saat pembukaan pelatihan mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan wujud kepedulian SIG terhadap masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan ekonomi keluarga. Ibu rumah tangga memiliki peran sentral, selain harus mengurus keluarga, ibu rumah tangga juga diharapkan memiliki keterampilan yang dapat membantu perekonomian keluarga, terlebih saat situasi pandemi seperti ini. 

“SIG berharap, manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan individu ibu rumah tangga yang bisa digunakan untuk membuka usaha baru, sehingga dapat semakin membuka akses kemandirian ekonomi. Selain itu, SIG juga berharap keterampilan menjahit yang telah diperoleh, dapat diajarkan kepada ibu-ibu lain sehingga terbentuk satu komunitas penjahit di kelurahan Gending," kata Edy Saraya.

Tri Handayani selaku trainer dari lembaga kursus menjahit Busana Ayu Gresik, mengatakan, materi yang diajarkan pada pelatihan ini antara lain membuat pola dasar, mengukur dan teknik menjahit serta praktek menjahit gamis dan gaun.

"Gamis dan gaun, kini menjadi trend dalam dunia fashion dan permintaan pasar cukup besar, peluang ini dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu ketika nantinya mahir dalam menjahit. Kami berharap dalam program ini, dapat tercapai yakni ibu-ibu dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sambil tetap mengurus keluarga," ujar Tri Handayani.

Sementara itu, Kepala Desa Kelurahan Gending, Siti Farida, menyambut baik pelatihan dan pemberian bantuan yang diberikan oleh SIG. Menurutnya hingga saat ini belum ada kelompok penjahit di kelurahannya. Kami berharap pelatihan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh peserta sehingga nantinya dapat menjadikan modal keterampilan dalam membuka usaha, ujarnya.

"Saat ini banyak anak-anak sekolah yang membutuhkan baju seragam, ongkos jahitnya pun lumayan mahal, ini menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu sehingga nantinya dapat meningkatkan ekonomi keluarga," ungkap Siti Farida.

Bagikan artikel ini: