Per 14 Juni, realisasi KUR tembus Rp111 triliun

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 14 Juni 2021 mencapai Rp111,99 triliun atau 44,26% dari target tahun 2021 yang sebesar Rp253 triliun. Kucuran kredit untuk pelaku UMKM ini diberikan kepada 3,06 juta debitur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi KUR sejak Agustus 2015 menjadi sebesar Rp260,25 triliun. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 0,88%.

"KUR di tahun ini sampai dengan 14 Juni sudah mencapai Rp111,99 triliun," kata Airlangga dalam Webinar Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan jenis, penyaluran KUR selama tahun 2021 didominasi oleh KUR Mikro, dengan porsi sebesar 61,86%. Diikuti penyaluran untuk KUR Kecil yang porsinya mencapai 33,42%. Kemudian, KUR Super Mikro sebesar 4,70%, dan KUR Penempatan TKI 0,02%.

Airlangga menambahkan, pemerintah telah mengubah beberapa ketentuan terkait KUR. Salah satunya memperlebar plafon KUR tanpa jaminan dari semula tertinggi sebesar Rp 50 juta, ditingkatkan menjadi Rp100 juta.

Hal ini sejalan dengan target yang dipatok pemerintah untuk pembiayaan UMKM. Pemerintah menargetkan pembiayaan UMKM berada di level 30% dari total kredit perbankan pada 2024. Hingga saat ini, pembiayaan UMKM masih berada di kisaran 18 hingga 20%.

"Dan juga Bapak Presiden mengarahkan untuk alokasi daripada kredit usaha kecil yang biasanya sepanjang tahun 18% dari total kredit untuk ditingkatkan menjadi 30%," katanya.

Perubahan lainnya adalah penerima KUR Kecil dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut untuk menindaklanjuti Inpres 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Selain itu, untuk KUR Khusus industri UMKM, atau komoditas sektor produktif lain, bisa dikembangkan menjadi KUR khusus. Pada ketentuan sebelumnya, KUR khusus hanya untuk komoditas perkebunan, peternakan dan perikanan rakyat.

Untuk mengakomodasi kebijakan ini, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut. Adanya tambahan ini membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR 2021 menjadi Rp 7,84 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: