Genjot investasi, pemerintah gandeng pengusaha muda

Kamis, 17 Juni 2021 | 12:53 WIB ET
Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming
Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) dijadwalkan akan mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk Percepatan Investasi dengan Kementerian Investasi/BKPM RI pada 18-20 Juni 2021 secara hybrid dengan tema "Kemudahan Berusaha dan Peran HIPMI Menggerakkan Ekonomi Bangsa".

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming mengatakan, menjelang dirgahayu yang ke-50 tahun, sebagai wadah pengusaha muda, HIPMI mendorong percepatan investasi dan kemudahan dalam membuka usaha baru. Pihaknya ingin rakornas untuk percepatan investasi ini untuk mendukung kegiatan perizinan, kemudahan dan kolaborasi investor besar untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara kolektif.

"Insya Allah sudah dijadwalkan. Kita harapkan rakornas ini menjadi pemicu dalam mendukung adanya percepatan investasi dan berharap bisa memajukan pengusaha lokal atau UMKM. Dengan adanya investor asing yang masuk ke Indonesia, harus berkolaborasi dengan pengusaha lokal atau UMKM dan mampu menyerap tenaga kerja dari lokal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Maming, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (16/6/2021).

Dengan dilaksanakannya rakornas untuk percepatan investasi ini, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu melanjutkan, makin banyak UMKM yang memiliki legalitas usahanya dan pelaku usaha menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tepat waktu serta sesuai ketentuan. Diharapkan pengurusan izin usaha dan investasi di Indonesia semakin mudah.

Menurutnya, hal ini menjadi energi baru bagi peningkatan pengusaha yang ada di daerah maupun nasional. Jangan sampai pengusaha asing mempunyai kekuatan ekonomi yang hebat di Indonesia karena memiliki seluruh fasilitas dari hulu sampai dengan hilir.

"Kementerian Investasi harus berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan pengusaha daerah, sehingga bersinergi dan saling bercengkrama bersama-sama untuk menuju ekonomi Indonesia yang lebih baik lagi. Sinergi kebijakan antara pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dinilai juga penting untuk menarik investor," ucapnya.

Ketua Panitia Rakornas untuk Percepatan Investasi Muhammad Ali Affandi mengatakan, HIPMI akan menghadirkan narasumber-narasumber dari beberapa pemangku kepentingan untuk memberikan arahan kepada seluruh pengurus HIPMI se-Nusantara. Di antaranya Menteri Investasi/BKPM RI Bahlil Lahadalia, Deputi Pelayanan Penanaman Modal Achmad Idrus, Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Imam Soejoedi, Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi Yuliot, Deputi Kerja Sama Kementerian Investasi Riyatno, Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi, Wakil Kapolri RI Gatot Eddy Pramono dan dihadiri 34 Badan Pengurus Daerah HIPMI Se-Indonesia.

"Diharapkan rakornas untuk percepatan investasi ini dapat mendorong perekonomian nasional dan juga para narasumber yang kami undang bisa memberikan roadmap yang jelas kepada kita, bagaimana para pengusaha bisa bersinergi dan berkontribusi untuk pemerintahan. Kita harapkan meski di tengah pandemi, HIPMI bisa terus lahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dan berjiwa nasionalis," ungkap pria yang akrab disapa Andi itu.

Dia menambahkan, rakornas untuk percepatan investasi ini akan dihadiri pengurus dari 34 Badan Pengurus Daerah (BPD) se-Indonesia yang akan berlangsung dalam beberapa hari. BPP HIPMI saat ini sedang melakukan konsolidasi organisasi dan menjalankan program kerja.

"Saat ini BPP HIPMI tengah konsentrasi konsolidasi menata organisasi, baik di internal BPP maupun BPD HIPMI se-Indonesia," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: