Berdayakan kaum disabilitas, JD.ID bersama ThisAble Foundation gelar lokakarya bisnis digital

Kamis, 17 Juni 2021 | 23:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun di Indonesia memberikan dampak yang besar pada sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi. Kemampuan konsumsi (daya beli) masyarakat yang melemah, menurunnya aktivitas investasi, hingga harga komoditas yang ikut jeblok, adalah tiga dari sederet implikasi yang diakibatkan oleh wabah dunia ini.

Demi mendorong pemulihan ekonomi nasional, pemerintah melakukan banyak upaya. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan atas pemberian stimulus perekonomian melalui pemanfaatan teknologi, penguatan, pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, serta pengembangan pasar modal domestik guna menciptakan pasar yang produktif. Tak ketinggalan, pemerintah juga lakukan pemberian BLT (bantuan langsung tunai) dan bantuan modal usaha kepada para UMKM, sebagai salah satu pilar dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI pada tahun 2016, industri UMKM mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional dan berkontribusi 60% terhadap total Pendapatan Domestik Bruto Indonesia, yang mana angka ini terus bertumbuh dalam periode lima tahun terakhir.

Dinilai efektif dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi, industri UMKM berhasil mendapatkan banyak sorotan dan dukungan dari berbagai pihak, seperti melalui pelaksanaan gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia yang berlangsung sejak Mei 2020, ataupun dukungan secara eksklusif dari sektor usaha privat.

Dalam hal ini, pemerintah pun berharap agar dukungan dan bantuan yang ditujukan kepada industri UMKM ini tidak terbatas hanya kepada masyarakat/pengusaha yang memiliki kelengkapan atau kesempurnaan fisik, tetapi juga dapat diisi oleh para penyandang disabilitas, sehingga tidak hanya tercapai ekosistem ekonomi yang maju, namun juga inklusif.

Sejalan dengan instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kepada para pelaku industri untuk memberikan akses dukungan kepada para pelaku UMKM Penyandang Disabilitas (14/06/2021), JD.ID bersama dengan ThisAble Foundation berinisiatif untuk menggelar rangkaian kegiatan lokakarya (workshop) bertemakan "Pemberdayaan Komunitas Disabilitas di Era Pandemi, Melalui Pemanfaatan Platform Digital" secara roadshow di Semarang, Yogyakarta), Solo, Surabaya, dan Denpasar.

Chief Financial Officer JD.ID, Sandy Permadi mengungkapkan, melalui kegiatan sosial ini, JD.ID dan ThisAble Foundation bermaksud untuk memberikan dukungan akses bagi para penyandang disabilitas dalam pemanfaatan teknologi digital, yang diikuti dengan pengenalan, pelatihan, dan pendampingan usaha atas aplikasi social-commerce afiliasi resmi JD.ID, bernama "JD Fans".

JD Fans adalah aplikasi social-commerce afiliasi resmi JD.ID yang dapat membantu para pengguna-nya (disebut sebagai ‘promoter’) untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda; produk harga murah dan komisi. Melalui pengenalan akan JD Fans, JD.ID berharap agar para penyandang disabilitas mampu untuk berpenghasilan secara mandiri melalui komisi yang ia dapatkan.

"Sebagai calon ‘promoter’ dari JD Fans, para penyandang disabilitas peserta lokakarya diberikan pembekalan langsung oleh pakar-nya mengenai cara kerja dan proses bisnis dari aplikasi ini, seperti cara mempromosikan produk pada platform e-commerce JD.ID, cara membagikan link produk melalui akun sosial media, dan banyak hal lain-nya. Jika berhasil, para promoter berhak untuk menerima komisi yang dapat langsung dicairkan melalui akun JD Fans ke rekening pribadi mereka, tanpa ada limitasi jumlah komisi maksimum," jelas Sandy.

Pada kegiatan lokakarya ini, JD.ID juga berkesempatan untuk memberikan edukasi dan pemaparan kepada para penyandang disabilitas mengenai industri e-commerce, terutama lini bisnis marketplace secara umum, rangkaian upaya pemberdayaan mitra seller lokal atau UMKM oleh JD.ID bersama pemerintah, tips dan trik dalam berjualan online di platform e-commerce, hingga ditutup dengan sesi kesehatan mental bersama psikolog, dengan topik ‘Membangun Mental Yang Sehat Selama Masa Pandemi’.

Sandy Permadi mengungkapkan bahwa JD.ID sebagai platform e-commerce terdepan di Indonesia memiliki kewajiban untuk bersinergi dengan pemerintah dalam merangsang pertumbuhan ekonomi nasional. "Salah satu hal yang dapat kami lakukan adalah dengan memotivasi, mempersiapkan (melatih), dan membantu para pelaku UMKM sebagai salah satu aktor penggerak ekonomi, terkhusus UMKM milik komunitas penyandang disabilitas, yang selama ini belum mendapatkan porsi atensi dan kesempatan yang cukup dalam usaha pertumbuhan ekonomi bangsa," ujarnya.

Chief Operating Officer (COO) ThisAble Foundation, Nicky Claraentia Pratiwi menambahkan bahwa kolaborasi antara ThisAble Foundation dengan JD.ID merupakan langkah tepat sasaran, mengingat komunitas penyandang disabilitas saat ini begitu membutuhkan dukungan kita. Mereka butuh pembekalan dan pelatihan dalam mengakses platform bisnis digital, agar mereka bisa punya kesempatan untuk ‘berusaha’, sehingga bisa mandiri secara ekonomi. kbc7

Bagikan artikel ini: