Begini kemudahan perizinan berusaha usai pengesahan UU Ciptaker

Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan kepastian usaha lebih terjamin setelah terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja.

Deputi Bidang Pelayanan Investasi Penanaman Modal Kementerian Investasi Achmad Idrus menuturkan sebelum UU Ciptaker, belum ada standar pengurusan perizinan di kementerian dan daerah. Namun, setelah adanya UU Ciptaker, semua pengurusan perizinan berdasarkan nilai standar prosedur dan kriteria (NSPK).

"Jadi pengurusan izin 20 hari. Sekarang kalau lebih dari 21 hari, otomatis online single submission (OSS) ini langsung ambil alih," kata Idrus dalam Rakornas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI, Jumat (18/6/2021).

Idrus melanjutkan, setelah adanya UU Ciptaker, kemudahan untuk memperoleh sebuah perizinan diganti menjadi berbasis risiko. Dia mencontohkan, ada risiko rendah, seperti usaha kecil menengah, yang cukup mengurus nomor induk berusaha (NIB) saja, sebagai identitas dan legal task melaksanakan kegiatan usahanya.

Dia menilai perizinan berbasis risiko ini memiliki substansi bagaimana menempatkan skala usaha dan tingkat risiko. Dengan demikian, jika sebuah usaha memiliki risiko rendah, cukup dengan NIB langsung jalan.

"Kemudian ada transparansi. Kalau dulu diurus manual, sekarang OSS itu wajib. OSS diwajibkan bagi kementerian, lembaga, dan daerah, maupun pengusaha itu sendiri," tutur Idrus seraya menambahkan salah satu upaya peningkatan iklim investasi dilakukan selain dengan penerapan perizinan usaha berbasis risiko, juga penyederhanaan perizinan dasar.

Di kesempatan sama, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berusaha dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja di Indonesia, HIPMI berkontribusi menggerakkan ekonomi bangsa melalui percepatan investasi.

"Di zaman saya selama dilantik jadi ketua umum HIPMI, setelah itu terjadi bencana Covid-19 dimana masih belum selesai bahkan sampai hari ini Covid-19 semakin tinggi dan semakin penuh rumah sakit sehingga kita melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dan membatasi jumlah-jumlah yang ada," ucapnya.

"Kita harapkan rakornas ini menjadi pemicu dalam mendukung adanya percepatan investasi dan berharap bisa memajukan pengusaha lokal. Di situasi pandemi, perlu sinergi yang lebih komprehensif antar stakeholder pengusaha dan pemerintah," imbuh Maming, dalam sambutan Rakornas untuk Percepatan Investasi dengan Kementerian Investasi

Maming mengakui, adalah sebuah kehormatan baginya dalam membantu tugas sebagai Tim Satgas Percepatan Investasi.Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu melanjutkan, BKPM bekerjasama dengan HIPMI terkait norma standar prosedur dan kriteria (NSPK) perizinan berusaha melalui online single submission (OSS) berbasis risiko, setiap sektor akan menjadi acuan tunggal dalam perizinan berusaha.

Dengan adanya OSS berbasis risiko akan sangat mempermudah dan efisien secara waktu dan biaya."BKPM luar biasa bekerjasama dengan HIPMI khususnya yang di daerah mengenai sosialisasi permasalahan perizinan dalam berusaha melalui OSS. Semua pengurus HIPMI menjadi tim penilai kepada para gubernur. Ini adalah peluang yang strategis bagi HIPMI yang berhubungan dengan kepala daerah,"terangnya.

Dia menambahkan, terpenting ketentuan tersebut dapat disosialisasikan secara luas ke kalangan pengusaha, karena banyak di antara mereka yang melakukan pengurusan izinnya sendiri tanpa melalui jasa pihak ketiga.

"OSS ini semangatnya sama, supaya mudah, cepat dan bisa dilakukan sendiri. BKPM berkolaborasi atau menggabungkan pengusaha nasional dan daerah, menggabungkan dengan UMKM. Ini gagasan dewan pembina kita Bang Bahlil karena memberikan kesempatan kepada daerah, kita tidak bisa menjadi pengusaha nasional kalau bukan dari daerah. Setelah itu, kita bisa kerjasama dengan asing, semua tidak semudah seperti membalikkan tangan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: