Joe Biden hibahkan vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Rabu, 23 Juni 2021 | 09:21 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menepati janjinya untuk berbagi vaksin Covid-19. AS mengumumkan rencana mendistribusikan sisa 55 juta dari 80 juta dosis vaksin Covid-19 yang telah dijanjikan Biden untuk dialokasikan ke negara lain pada akhir bulan ini. Indonesia termasuk yang akan mendapat jatah.

Untuk semua 80 juta dosis yang dijanjikan Biden untuk dibagikan, Gedung Putih menyatakan, 75% akan dibagikan melalui program vaksinasi global yang disebut Akses Global Vaksin Covid-19 atau COVAX, dan 25% akan dibagikan langsung dengan negara-negara yang membutuhkan.

Awal bulan ini, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana distribusinya untuk 25 juta dosis pertama.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 global, bersiap untuk lonjakan dan memprioritaskan petugas kesehatan dan populasi rentan lainnya berdasarkan data kesehatan masyarakat. Ini juga untuk membantu tetangga kami dan negara lain yang membutuhkan," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dikutip, Selasa (22/6/2021).

"Dan, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, Amerika Serikat tidak akan menggunakan vaksinnya untuk mendapatkan bantuan dari negara lain," imbuh pernyataan tersebut.

Sekitar 41 juta dosis vaksin dari 55 juta dosis akan dibagikan melalui COVAX.

Dari dosis COVAX tersebut, sekitar 14 juta akan didistribusikan di Amerika Latin dan Karibia. Khususnya ke Brasil, Argentina, Kolombia, Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay, Guatemala, El Salvador, Honduras, Haiti, dan Komunitas Karibia lainnya (CARICOM), Republik Dominika, Panama, dan Kosta Rika.

Sekitar 16 juta alokasi COVAX akan didistribusikan di Asia dan dikirim ke India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, Bhutan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, Papua Nugini, Taiwan, Kamboja dan Kepulauan Pasifik.

Sekitar 10 juta dosis COVAX akan diberikan ke negara-negara di Afrika yang akan dipilih melalui koordinasi dengan Uni Afrika.

Sekitar 14 juta atau 25% dari 55 juta vaksin, akan dikirim langsung ke Kolombia, Argentina, Haiti, negara CARICOM lainnya, Republik Dominika, Kosta Rika, Panama, Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Afrika Selatan , Nigeria, Kenya, Ghana, Cabo Verde, Mesir, Yordania, Irak, Yaman, Tunisia, Oman, Tepi Barat dan Gaza, Ukraina, Kosovo, Georgia, Moldova, dan Bosnia.

Gedung Putih tidak memberikan angka pasti berapa dosis yang akan dikirim ke masing-masing negara, hanya perkiraan untuk wilayah secara umum.

Vaksin tersebut akan terdiri dari vaksin Moderna, Pfizer dan Johnson & Johnson Covid-19. Vaksin AstraZeneca belum disetujui oleh regulator federal. kbc10

Bagikan artikel ini: