Menteri Bahlil rangkul kampus perkuat UMKM

Senin, 28 Juni 2021 | 08:32 WIB ET
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Investasi/BKPM lakukan kolaborasi dengan Forum Rektor Indonesia atau FRI dalam rangka fasilitasi dan penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dikukuhkan lewat penandatanganan MoU Kolaborasi Program dan Kegiatan Pengembangan UMKM Dalam Rangka Penanaman Modal.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan arahan pemerintah dan merupakan amanat UU 11/2020 tentang Cipta Kerja yang telah disahkan.Dalam hal ini, Kementerian Investasi/BKPM terus melakukan fasilitasi seluruh investor yang menanamkan investasinya. Sekaligus mendorong kolaborasi antara investor besar dengan pengusaha serta UMKM daerah.

UMKM, tegasnya, berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, terutama dalam kondisi pandemi saat ini. Karena itu, selain kemudahan perizinan melalui sistem OSS, negara juga akan mempermudah akses UMKM untuk mendapatkan pendanaan dari sektor perbankan berupa kredit usaha.

“Namun 53% UMKM ini masih informal dan anak muda yang ingin jadi pengusaha UMKM sedikit sekali, karena perizinannya susah. Oleh karena itu kami dorong percepatan untuk UMKM yang belum memiliki izin agar mengurus NIB melalui OSS,” ungkap Bahlil, Minggu (27/6/2021).

Menurutnya pendampingan dari pemerintah dan asosiasi pengusaha seperti KADIN dan HIPMI, juga diharapkan dapat menguatkan semangat kewirausahaan mahasiswa. Tujuannya, agar semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi pengusaha. Pihaknya mendorong output mahasiswa perguruan tinggi ini untuk bisa menjadi entrepreneur. "Namun, hal ini tidak bisa hanya dari kemauan mahasiswa saja. Negara juga harus hadir memfasilitasi perizinannya,” terang Bahlil.

Ketua FRI Arif Satria mengapresiasi atas kerja sama yang dilakukan. Dirinya berharap kolaborasi dapat saling melengkapi peran pemerintah dan dunia akademik sehingga memberikan dampak nyata terhadap penguatan UMKM di Indonesia.“Kami menyambut baik harapan dari Pak Menteri untuk mendorong perguruan tinggi mencetak semakin banyak pengusaha UMKM," ujar Satria.

Dia melanjutkan, meski perguruan tinggi merupakan pusat inovasi, namun masih memerlukan bimbingan dan pendampingan dari kementerian dan pelaku usaha. Selain melakukan fasilitasi perizinan berusaha dan pengembangan UMKM, kerja sama ini juga mencakup beberapa kegiatan.

Mulai dari sosialisasi kebijakan penanaman modal dan perizinan berusaha. Lalu, penelitian dan kajian terkait perencanaan, kebijakan, dan peraturan penanaman modal sekaligus kemudahan berusaha; dan atau kerja sama lainnya yang disepakati secara tertulis kedua pihak.

Pada kesempatan tersebut Bahlil juga melakukan dialog dengan 50 rektor dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, baik secara daring maupun luring. Hadir secara langsung dalam dialog tersebut yaitu Rektor IPB, Perbanas Institute, UIN Jakarta, dan Universitas Pakuan.  Partisipan daring di antaranya Rektor Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Untirta, Universitas Teknorat Indonesia (UTI), Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Universitas Negeri Surabaya, Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Terbuka, Universitas Al Azhar Indonesia, dan Universitas Gunadarma.kbc11

Bagikan artikel ini: