Covid-19 melonjak, 50 persen pesanan kamar hotel dibatalkan

Rabu, 30 Juni 2021 | 11:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) mengklaim lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir membuat 50 persen pesanan hotel di seluruh Indonesia dibatalkan.

Ketua Umum Asparnas, Ngadiman menuturkan, kondisi ini membuat sektor pariwisata kembali terpuruk. Padahal, pihaknya sudah mulai memasuki masa pemulihan di awal tahun kemarin.

"Bulan ini banyak terjadi pembatalan. Hampir separuh, 50 persen dari booking-an dibatalkan konsumen karena tidak berani datang ke tempat tersebut. Itu kira-kira kondisinya," ujarnya dalam webinar yang digelar CORE Indonesia, Selasa (29/6/2021).

Ngadiman menjelaskan, tahun ini rata-rata hunian atau occupancy rate hotel secara nasional cuma di kisaran 20-30 persen. Hanya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang tingkat keterisiannya di atas rata-rata nasional.

"Labuan Bajo masih bisa sekitar 40-45 persen rata-rata karena daerahnya lagi hot dibicarakan dan banyak kunjungan ke sana," jelasnya.

Wisatawan nusantara memang masih bisa diandalkan untuk menggenjot keterisian hotel. Namun jumlahnya terbatas karena belum pulihnya daya beli dan masih tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap penularan virus corona.

"Wisatawan nusantara agak sedikit turun (kunjungannya). Walaupun enggak terlalu banyak, lumayan lah 29,7 persen," imbuhnya.

Sementara, wisatawan mancanegara sudah turun jauh sejak pemerintahan menutup pintu kedatangan warga negara asing untuk traveling.

"Wisatawan mancanegara tentunya sudah enggak ada saat ini. Pada 2020 tinggal 4 juta, turun jauh sekitar 74,8 persen dibandingkan 2019," tuturnya.

Karena kondisi itu lah, kata Ngadiman, Asparnas mendorong program vaksinasi di tempat-tempat pariwisata digencarkan, termasuk dengan program wisata berbasis vaksin. Menurutnya, pelaku usaha pariwisata akan sangat mendukung program tersebut dengan sumber daya yang dimilikinya.

"Tolong pemerintah daerah bekerja sama dengan hotel-hotel yang ada. Kami punya ballroom yang besar, ruang terbuka yang banyak bisa kita lakukan vaksin di sana, tentunya itu daerah-daerah zona hijau. Jadi orang berwisata sekaligus vaksin tapi kan kita harus dapat dulu (vaksinnya) untuk dibagikan gratis kepada tamu-tamu," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: